tulisan berjalan

Kontak Pak Syam WA 081280543060

Senin, 25 Agustus 2014

Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Menjual Burung Online

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9


Pusat penangkaran burung jalak bali "AHA Breeding Klaten" telah berhasil menangkarkan burung jalak bali dan merawat anakan burung jalak bali hingga dewasa. Dengan demikian penangkaran burung jalak bali yang dilakukan "AHA Breeding Klaten" telah turut menyokong program pemerintah dalam mencegah kepunahan burung jalak bali tersebut. Budi daya burung jalak bali ini juga sangat berarti secara ekonomi, dan "AHA Breeding Klaten" telah banyak menjual burung jalak bali hasil tangkarannya kepada para penggemar burung jalak bali dan penghobi burung langka lainnya.

Kehadiran media internet dalam bisnis diakui banyak fihak ( termasuk penangkar burung ) sebagai terobosan yang membawa manfaat yang luar biasa. Kecepatan transaksi menjadi berlipat-lipat. Kemudahan proses bisnis menjadi sangat terasa dan bahkan kadang menyenangkan karena kita cepat dapat duit. Mata rantai bisnis mulai dari produsen, distributor, agen,  pengecer hingga sampai ke konsumen bisa di pangkas beberapa tingkat, sehingga produsen jika mau dia bisa langsung menjual kepada konsumen. Dengan demikian biaya bisa ditekan seminimal mungkin. Produsen dan konsumen sama-sama diuntungkan. Proses bisnis menjadi jauh lebih simple.

Namun begitu internet marketing sebagaimana sebuah hasil inovasi manusia pada umumnya, dia juga tidak bisa mensterilkan dampak negatifnya. Karena di samping berbagai keuntungan dari kehadiran internet di dunia bisnis tersebut, ternyata internet marketing juga menyisakan banyak problem yang menyertai kehadirannya. Inilah yang dinamakan dampak negative dari teknologi. Dan salah satu dampak negative yang akan diulas dalam tulisan ini adalah adalah penipuan khususnya penipuan bertransaksi burung melalui internet marketing.

Dalam praktiknya dampak negative di atas akan semakin menjadi-jadi jika internet marketing berada di tangan orang yang sejak awal memang sudah memiliki niat yang tidak baik, di mana saat dia mulai memasuki area ini, memang sudah memiliki niat yang tidak baik.

Bagimana dengan internet marketing di dunia bisnis burung ?

Sebagaimana kita ketahui bisnis perburungan, sebagai salah satu sector bisnis yang marak ditengah-tengah dunia bisnis kita, dia juga telah memanfaatkan kehadiran internet ini dengan baik. Berbagai layanan internet mulai dari face book, tweeter, blog sampai situs-situs online banyak yang menjajakan burung sebagai komoditas bisnisnya. Jadi lalu lintas transaksi burung cukup marak di internet.

Terus bagaimana dengan dampak negative internet marketing terhadap bisnis burung ? Sebagai sebuah lahan bisnis yang menggunakan internet sebagai basis praktis bisnisnya tentu saja internet marketing di dunia burung juga tidak bisa melepaskan diri dari persoalan tersebut. Praktik jual beli burung yang berujung pada penipuan cukup sering terjadi. Penipuan ini bisa dilakukan oleh pihak penjual maupun pihak pembeli.

Biasanya seorang penjual burung melakukan penipuan terhadap calon korbannya dengan cara meminta uang transfer sesusai dengan harga burung yang telah mereka disepakati sebelumnya. Setelah uang ditransfer maka, esok harinya burung akan dikirim, begitu kata sang penjual abal-abal ini. Namun tentu saja setelah uang transfer dia terima dia tidak mengirimkan burung yang dia janjikan, karena sejak awal dia hanya membidik uang si calon korbannya, maka setelah uang dia dapatkan, maka seluruh kontak telepon yang berhubungan dengannya,  dia putus selama-lamanya. Inilah modus paling sering untuk menghapus jejak penipuannya.

Sedangkan pembeli melakukan penipuan terhadap calon korbannya dengan cara ingkar janji untuk memenuhi pelunasan pembayaran burungnya dengan berbagai macam dalih. Biasanya dia hanya memberikan DP dalam jumlah tertentu. Kemudian dia meminta agar burungnya dikirimkan terlebih dahulu, dengan janji paling lambat sehari setelah burung sampai kepadanya maka pembayaran akan dilunasi. Namun sebagai penipu yang memang sudah sejak awal dia merencanakan penipuan itu, begitu burung sudah dia terima maka dia memasang jebakan untuk calon pemangsa dengan alasan dia ditipulah, burungnya tidak sesuai spesifikasi dalam perjanjianlah, dan berbagai alasan lainnya. Berbagai dalih ini dia sampaikan untuk mengelabuhi pemilik burung agar dia tidak bisa mendapatkan lagi burungnya tersebut.

Dengan maraknya berbagai penipuan lewat internet tersebut, saya sebagai penangkar ( produsen ) burung jalak bali, ikut kecipratan dampaknya. Minimal saya menjadi merasa kikuk jika melayani pembelian online, jika tidak terjadi  tatap muka dengan pembeli burung. Memang hampir seratus persen pembeli jalak bali saya awalnya mengenal saya melalui dunia maya, baik melalui internet maupun lewat telepon. Namun selama ini tidak satupun pembeli burung jalak bali saya yang melakukan transaksi bisnis dengan saya tanpa pernah bertemu muka dengan saya atau orang suruhan saya. Jadi semuanya melalui proses tatap muka. Maklum transaksi baru terjadi di Pulau Jawa saja.

Maka ketika memasuki internet marketing seutuhnya, dimana antara saya dan pembeli burung jalak bali saya tidak terjadi tatap muka, maka saya agak kikuk. Kikuk ini terutama terjadi saat saya harus mengatakan kepada calon pembeli burung jalak bali saya bahwa “burung akan dikirim setelah pembayaran dilunasi”.  Dalam benak saya timbul pertanyaan “apakah calon pembeli saya tidak berfikiran bahwa mereka akan saya tipu?”. Pertanyaan itulah yang membuat saya seringkali menjadi kikuk jika saya harus mengatakan bahwa “burung akan dikirim setelah pembayaran dilunasi” tersebut di atas.



Saya menjadi kikuk karena saya turut merasakan perasaan calon pembeli burung jalak bali saya tentang bagaimana kekhawatiran si calon pembeli burung jalak bali saya tersebut. Seandainya saya sendiri dalam posisi dia maka saya juga akan ragu-ragu untuk mentransfer uang pelunasan pembelian burung jalak bali dimana saya belum pernah bertatap muka dengan penjual dan burungnya baru saya lihat lewat foto atau bahkan kadang fotopun tidak ada. Terus di mana letak kepastian bahwa  transaksi ini bukan jebakan penipuan ? Iya kan . . .
Terus terang jika saya sendiri yang berada di posisi pembeli kekhawatiran yang sama akan saya rasakan, mengingat penipuan via internet adalah kasus yang sudah sering terjadi. Nah disinilah awalnya muncul rasa kikuk itu tadi.

Makanya saya menjadi salut kepada Pak Jauhari salah seorang pembeli burung jalak bali saya yang berasal dari Bontang Barat. Beliau setia menunggu ketika saya masih mengurus dokumen-dokumen pengiriman. Pengurusan dokumen memakan waktu yang cukup lama. Sekitar satu bulan baru selesai.

Begitu urusan dokumen pengiriman selesai saya mengirimkan kabar ke beliau di Bontang Barat sana. Hari itu juga beliau meminta nomor rekenening untuk mentransfer harga burung jalak bali yang sudah kami sepakati sebelumnya.

Saya agak kaget. Saya mau mengatakan bahwa Pak Jauhari ini tidak mengerti tentang berbagai penipuan dalam transaksi burung via internet jelas tidakmungkin, karena beliau sudah sering melakukan pembelian hewan dari pulau jawa melalui internet. Hanya saja apa yang menjadi pertimbangan beliau sehingga beliau memutuskan untuk mentransfer uang tersebut sampai saat ini saya juga tidak tahu. Kadang saya masih kepikiran kok beliau mau mentransfer uang tersebut sedang kami belum pernah bertatap muka, burung yang dibelinya belum pernah dilihat, hatta lewat foto sekalipun. Sampai di sini saya tidak punya komentar apa-apa.

Dan kepada calon pembeli yang kebetulan membaca artikel inipun saya tidak bisa memberikan saran apa-apa. Maksud saya saran untuk bersikap seperti pak Jauhari tersebut atau saran untuk tidak melakukan seperti apa yang dilakukan oleh pak Jauhari tersebut.

Terus terang jika saya berposisi sebagai pembeli, saya belum memiliki cara yang tepat untuk melakukan pembelian burung secara online. Sebagai pembeli paling langkah paling aman untuk diambil adalah PCB ( pantau,cocok, bayar ), atau transfer melalui rekening bersama. Itu jika komunitas memberikan layanan berupa rekening bersama .

Namun teknik PCB hanya  bisa dipraktikkan jika jarak tempuh antara penjual dan pembeli bisa dijangkau dengan mudah. Lah kalau penjual di pulau jawa sedangkan pembelinya di Bontang Barat seperti pak Jauhari tadi ya tidak mungkin dilakukan. Maka mau tidak mau system PCB ini harus diganti dengan system lain yang memungkinkan. Misalnya membayar melalui rekening bersama, itu jika ada rekening bersama.

Tapi jika saya berada dalam posisi penjual saya bisa melakukannya dengan aman. Sebagai penjual, insya Allah saya menggaransi bahwa burungnya sehat dan tidak cacat. Selebihnya beri kami kepercayaan untuk memproses dokumen pengiriman dengan baik. Jika dokumen sudah siap dan burung siap dikirim kemudian kami kirimkan nomor rekening untuk pelunasan harga burung. Begitu cara yang kami lakukan sebagai penjual, dan insya Allah kami komitmen dengan cara ini. Kami meyakini bahwa menipu bukanlah cara yang baik untuk mencari rejeki. Dan kami percaya bahwa rejeki hasil dari menipu pasti tidak berkah sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Jadi di sini memang dasarnya kepercayaan semata.

Ya . . . bagi sebagian orang, mungkin hal ini nampaknya aneh, tapi begitulah yang saya lakukan, dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada yang complain. Moga begitu selamanya, aamiin . . .

Pelajari lebih detail klik di SINI


Pusat penangkaran burung jalak bali "AHA Breeding Klaten" telah berhasil menangkarkan burung jalak bali dan merawat anakan burung jalak bali hingga dewasa, hingga turut berperan dalam menyokong program pemerintah dalam mencegah kepunahan burung jalak bali tersebut. Di samping telah menghindarkan dari kepunahannya budi daya burung jalak bali ini juga sangat bermanfaat secara ekonomi.  "AHA Breeding Klaten" telah banyak menjual burung jalak bali hasil tangkarannya kepada para kicau mania yang hobi burung jalak bali maupun penangkar burung jalak bali. 

Para peminat burung jalak bali bisa menghubungi owner penangkaran "AHA Breeding Klaten" yaitu pak Syam Hp. 087877486516, pin BB 25D600E9.

Tidak ada komentar: