tulisan berjalan

Kontak Pak Syam WA 081280543060

Senin, 28 Januari 2013

Harapan dari Sang Jalak




Pernahkah anda benar-benar menyimak suara burung jalak baik Jalak Suren, Jalak Putih maupun Jalak Bali. Kalau belum coba deh simak lagi dengan sungguh-sungguh. Kalau sudah menyimak dengan sungguh-sungguh coba tebak apa kira-kira makna suara keeeekkk . .  dari burung tersebut.



Tahukah anda bahwa suara keeeekkk . . . itu artinya "Saya Menyimpan Banyak Uang dan Uang itu Bisa Anda Miliki dengan Halal lho". Kok bisa begitu ? Anda akan tahu jawabannya setelah mengikuti paparan yang satu ini.





Pernahkah anda kesasar ke Kota Klaten Jawa Tengah ? Kalau belum pernah kesasar ke kota ini, cobalah sempatkan diri anda untuk menyasar ke kota kecil yang eksotik ini. Rute sasarnya gampang kok. Tinggal pilih anda dari Kota Jogja atau Kota Solo. Anda lewat bandara Adi Sumarmo Solo atau dari Bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Asal jangan dari Bandara Adi bing Slamaet aja ya he he he . . . .

Jika anda dari Jogjakarta maka rute sasar anda ada dua alternatif. Anda bisa naik bus atau pilih naik kereta api. Kalau naik bus anda bisa naik dari Terminal Giwangan Jogjakarta menuju arah Solo. Sekitar tga puluh menit perjalanan anda akan sampai di Kota Klaten. Dan jangan lupa sebelum turun anda bayar dulu tiket bus, kalau anda belum bayar anda tiak boleh turun. Bayarnya murah kok. Cuma Rp. 4000,00.

Jika anda pingin lebih santai anda bisa naik kereta api namanya PRAMEK alias Prambanan Ekspres. Kereta ini mengambil rute Stasiun Tugu Jogjakarta - Stasiun Balapan Solo. Kalau yang ini ongkosnya agak mahalan dikit yaitu Rp. 10.000,00. Bayarnya Cast gak pake ngutang . . . .he he he. . . .

Bagaiaman kalau dari Solo. Oooo gampang tinggal naik bus dari Terminal Tirtonadi. Ambil bus jurusan Jogjakarta. Haa . . ambil bus ? Ooooo . . . . bukan ambil bus terus dibawa kabur, tapi maksudnya anda naik bus. Dari Solo ke Klaten memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Ongkos sekitar Rp. 3000.00-an. 

Kalau naik kereta api bisa ? Ooo . . bisa juga. Untuk itu anda hanya perlu pergi ke Stasiun Balapan untuk naik kereta api PRAMEK alias Prambanan Ekspres dengan rute Solo Balapan - Stasiun Tugu Jogjakarta. Nah setengah jam kemudian anda akan sampai di Stasiun Klaten. Ongkosnya Rp. 10.000,00.

Trus apa hubungannya antara suara keeeekkk . . . dengan harapan untuk mendapat duit itu tadi  dan Kota Klaten ? Anda akan saya beritahu, tapi sebelumnya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu salah satu dusun yang unik yang ada di Kabupaten Klaten ini. Namanya Dusun Sendanglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. Trus apa hubungannya. Kok puter-puter begitu sih . . .  ?

Eeehh . . . sabar dong . . ..  Yuk .. .  kita ikuti perjalanan liputan yang dilakukan oleh Merawati Sunantri, seorang wartawati SUARA MERDEKA dalam meliput daerah ini.

Namanya Dukuh Sendanglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, sering dikunjungi penghobi, bakul, bahkan makelar burung dari berbagai kota di seantero Pulau Jawa ini, untuk berburu burung gacoannya terutama burung Jalak Suren. Saking terkenalnya daerah ini, sampai-sampai dijuluki Kampung Jalak.

Kampung ini memang merupakan pusat penangkaran burung jalak. Bahkan sekitar enam puluh persen kepala keluarga di kampung yang berpenghuni sekitar seratus Kepala Keluarga itu adalah penangkar burung Jalak Suren. Bahkan sekarang dusun ini mampu memasok Jalak Suren ke berbagai kota seperti : Solo, Semarang, Jogja, Jakarta, dan Bandung.

Pada awalnya penangkaran Jalak Suren di dusun ini dirintis oleh Bapak Warsono. Dia mengawalinya pada tahun 1998. Semula dia hanya mempunyai tiga ekor burung jalak. Namun insting bisnisnya menyatakan bahwa  menangkarkan burung jalak akan memperoleh hasil ganda. Selain bisa menikmati kicauan burung itu, dia juga bisa memperoleh tambahan penghasilan. Nah . . .dari kata "tambahan penghasilan" inilah suara keeekkk . . . pada burung jalak mulai terungkap.

Dari modal awal tiga ekor  itulah Bapak Warsono akhirnya mempunyai puluhan ekor burung jalak. Sekarang, 14 tahun sudah dia menjadi penangkar. Lalu, banyak tetangganya mengikuti jejak sebagai penangkar. Ya, 60 persen dari sekitar 100 kepala keluarga di Dukuh Sendanglebak menekuni usaha penangkaran burung jalak suren.

Ada beberapa penangkar cukup besar dengan puluhan indukan. Mereka antara lain Tri Handoyo, Rahmanto, Kamil Sukri Ghozali, dan Arif Mustofa. Dalam sebulan, para penangkar itu bisa menghasilkan ratusan ekor anakan jalak. Nah . .. dari kalimat "menghasilkan ratusan ekor anakan jalak" ini makna suara keeekkk . . . . .pada burung jalak semakin jelas.  

Saat ini, mereka tak hanya menangkarkan burung jalak suren. Namun sudah berkembang dengan menangkarkan pula burung berkicau lain, seperti murai batu (Copsychus malabaricus), kacer (Copsychus saulari), cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), dan jalak bali (Leucopsar rothschildi) yang mahal karena termasuk burung yang dilindungi. Dari sini semakin jelaslah makna suara keeekkk . . . itu

 Kini, harga burung Jalak Suren berusia tiga bulan dihargai antara Rp 350.000- 400.000 /ekor. Adapun yang berumur setahun dan sudah mulai berkicau Rp 700.000 - 800.000 / ekor dan indukan Rp 3 juta sepasang. 

Sampai di sini terbuktilah bahwa suara keeekkk . . . pada burung jalak memang bisa bermakna "Saya Menyimpan Banyak Uang lho dan Uang itu Bisa Anda Miliki dengan Halal lho"   

Usaha penangkaran burung jalak juga ditekuni warga Dukuh Tobong, Jombor, Drajat, Krakitan, dan Jonayan, Desa Krakitan, serta Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Namun tak sebanyak para penangkar di Sendanglebak

Tidak jauh dari tempat itu, tepatnya di Gg Tulip No. 11 Rt 4 Rw 4 Ngingas Baru Bareng Lor Klaten Utara, juga terdapat tempat breeding yang cukup prospektif. Namanya Aha Breeding Klaten. Di samping breeding pak Syam sang pemilik breeding juga merambah dunia trading, khususnya Jalak Suren, Jalak Purih dan Jalak Bali. Kalau anda sempat mampir di Kota Klaten, silakan mampir ke tempat ini. 



Ikuti seri berikutnya di  http://www.gudangjalakklaten.blogspot.com.

Okelah kalau begitu.

3 komentar:

samsul hadi mengatakan...

cie . . . cie . .. ini dia harapan baru

edi arwoko bengkulu mengatakan...

Oke deh
Bulan puasa gue kesana

alat bantu sex wanita mengatakan...

untuk membedakan jenis jalak suren anakan jantan dsan betina gmna gan?trim