tulisan berjalan

Kontak Pak Syam WA 081280543060

Kamis, 05 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Sukses Menangkar Burung Jalak Bali Dengan Metode Spiritual Breeding (bag.2)

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Dalam bagian pertama kita telah membahas dua wasilah (sarana) yang kita gunakan untuk meraih rejeki (membangun penangkaran ) yaitu rajin beribadah dan memperbanyak istighfar.

Di bagian yang kedua ini saya masih akan melanjutkan pembahasan tentang faktor-faktor yang bisa kita gunakan sebagai wasilah untuk meminta kepada Allah, agar Dia berkenan untuk membesarkan penangkaran kita. Wasilah tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Menjauhi perbuatan dosa

Sebagaimana telah saya singgung dalam tulisan pada bagian pertama bahwa kemaksiatan atau perbuatan dosa bisa menghalangi datangnya rejeki kita. Maka jika kita ingin agar Allah berkenan memberikan penangkaran burung jalak bali yang besar maka sudah semestinya jika kita menjauhi perbuatan dosa.

Kanjeng Nabi Muhammad, sebagaimana diriwayatkan oleh at Tirmizi pernah berpesan begini "… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya." . Ungkapan ini begitu jelas menerangkan bahwa seseorang yang berbuat dosa maka dia akan dijauhkan dari rejeki.

Sebaliknya orang yang bertaqwa dengan sungguh-sungguh kepada Allah makadia akan dimudahkan untuk mendapatkan rejeki. Hal ini ditegaskan oleh Allah melalui firmannya “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan ditunjuki kepada mereka jalan keluar. Dan diberi rezeki kepada mereka dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi baginya”. (At-Talaq:2-3)

2.     Berbuat baik dan menolong orang yang lemah

Wasilah lain yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk meminta kepada Allah agar kita diberi penangkaran yang besar yaitu kebiasan berbuat baik dan suka menolong orang lain. Kanjeng nabi Muhammad pernah menyampaikan hal ini melalui sabdanya yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhori  "Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu." .

Berbuat baik dan menolong orang lain ini dalam kontek menangkarkan burung bisa kita lakukan dengan cara memberi upah yang memadai bagi anak kandang, memberikan imbalan yang cukup bagi kurir yang mengantarkan burung, membeli kroto kepada tukang pencari kroto dengan harga yang memadai dan lain.lain.

Perbuatan baik tersebut tidak akan pernah hilang. Dan melakukan perbuatan baik itu ibarat menimbun pongge (biji) durian. Semakin sering kita melakukannya maka akan semakin banyak bibit durian yang tumbuh dan semakin banyak  bibit durian yang tumbuh maka kelak akan semakin bayak buah yang bisa kita petik.

3.     Senang berbuat baik

Ibnu Abbas berkata: "Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Manakala kejahatan pula boleh menggelapkan rupa, menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki dan makhluk lain mengutuknya." 

Saya akan menceritakan sedikit pengalaman pribadi. Dalam setiap kesempatan saya bersilaturahim pada saat mengantar burung ke pembeli saya selalu berusaha untuk blusukan sampai ke kandang. Dalam kegiatan blusukan ini saya sering menemukan “kekurangan” pada kandang penangkaran dia. Biasanya di sinilah saya memiliki kesempatan untuk berbuat baik dengan cara memberikan saran berdasarkan pengetahuan dan sedikit pengalaman yang saya miliki dalam menangkar burung jalak bali.


Saya sangat meyakini bahwa perbuatan baik itu tidak akan pernah hilang. Allah pasti akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan pula, bahkan dalam jumlah yang berlipat-lipat. Bisa sepuluh kali lipat bisa tujuh puluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat sebagaimana dijanjikan Allah dalam al Qur’an.

4.     Menjalin silaturrahim

Dunia burung adalah dunia pergaulan. Dunia burung identik dengan dunia hobi yang sebagian besar aktivitasnya adalah aktivitasa main ke tempat orang lain sesama penghobi burung. Dalam bahasa agama main ketempat orang lain ini dinamakan silaturahim. Silaturahim itu artinya menyambung kasih sayang.

Agama islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kegiatan main ( silaturahim) ini bahkan dalam sebuah pesannya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Kanjeng nabi Muhammad pernah menyampaikan pesan begini "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya (silaturahim)."

Di dunia kicau mania hubungan antara main ke tempat orang lain dengan datangnya rejeki memang sangat kentara sekali. Banyak pengalaman di antara kita para kicau mania ini yang tiba-tiba mendapatkan rejeki (duit) pada saat kita seadng main ( silaturahim) ke tempat teman sesama kicau mania.


Misalnya saat kita main ke rumah seorang teman, tiba-tiba teman dia bilang bahwa dia ingin menjual burug murai batu atau burung jalak bali miliknya. Padahal tiga hari yang lalu seorang kicau mania yang lainnya bernah bilang bahwa dia sedang mencari materi lomba untuk dipersiapkan dalam lomba akhir tahun. Maka dalam beberapa jam kemudian datanglah duit, karena kita menjadi perantara pembelian burung tersebut.


Jadi dalam dunia kicau mania hubungan antara silaturahim dengan datangnya rejeki memang sangat kentara. Maka pesan saya banyak-banyaklah main (silaturahim) agar rejeki anda tetap lancar.

5.     Bersedekah

Para kasepuhan meyakini bahwa sedekah mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah buka pintu rezeki. Hal ini sejalan dengan pesan Kanjeng nabi Muhammad sebagaimana pernah disampaikan kepada sahabatnya yaitu Zubair bin al-Awwam, di mana kanjeng nabi pernah bersabda “Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ada di Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sebagai nafkahnya. Maka barang siapa yang memperbanyak pemberian kepada orang lain, niscaya Allah memperbanyak baginya. Dan barang siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” H.R. ad-Daruquthni dari Anas r.a.

Hadits ini berlaku umum. Di profesi apapun ketentuan ini tetap berlaku. Jika anda seorang pedagang burung maka sedekah anda kepada orang lain yang membutuhkan, insya Allah akan bisa menjadi wasilah untuk menjadikan kios burung anda semakin membesar. Jika anda seorang breeder sedekah anda insya Allah akan turut membesarkan breeding anda. Kalau anda seorang makelar dalam peranara jual beli burung ( semoga menjadi makelar yang amanah) maka sedekah anda akan semakin membuat anda memperoleh banyak order. Demikianlah dahsyatnya sedekah.

Kedahsyatan sedekah ini ditegaskan oleh Allah did lam al Qur’an maupun hadits. Misalnya di dalam Al Baqarah (2) : 261 Allah Ta’ala berfirman “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . 

6.     Membiasakan solat Dhuha

Firman Allah dalam hadis qudsi : "Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani).

Saya meyakini bahwa sholat dhuha adalah wasilah yang sangat ampuh dalam upaya untuk membangun penangkaran burung jalak bali. Maka jangan lupa untuk selalu menyisipkan dalam sujud anda disetiap rokaat dhuha anda untuk meminta diberikan indukan yang produkstif, trotolan yang sehat dan lincah serta pemasaran yang lancar.

Coba kita perhatikan isi penggalan do’a setelah  sholat dhuha “Ya Allah, jika REJEKIKU masih di atas langit, maka turunkanlah, dan jika ada didalam bumi maka keluarkanlah, dan jika sulit maka mudahkanlah,  dan jika haram maka sucikanlah, dan jika masih jauh maka dekatkanlah.      

Dalam kontek menangkarkan jalak bali doa itu bermakna “Ya Allah, jika TELUR-TELUR INDUKANKU masih di atas langit, maka turunkanlah, dan jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, dan jika sulit maka mudahkanlah,  dan jika haram maka sucikanlah, dan jika masih jauh maka dekatkanlah.

7.      Bertawakal

Tawakal adalah menyerahkan hasil dari usaha kita kepada Allah semata. Dalam prinsip islam ditegaskan bahwa sebagai hamba wilayah kita berada pada level ikhtiyar. Sedangkan kekuasan Allah memiliki kewenangan yang mutlak untuk memberikan keputusan terhadap hasil dari ikhtiyar kita. Maka dengan demikain sebaik-baik sikap sebagai seorang penangkar adalah bertawakal atas hasil dari penangkaran kita. Yang penting burung sudah kita rawat sebaik-baiknya, menu makannya kita pilihkan yang terbaik, kandangnya kita buat senyaman mungkin. Tentang burungnya bakal produksi atau tidak itu kita beertawakal saja kepada Allah, sambil terus dremimil memanjatkan doa.


Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat At-Thalaq: 3 "Barang siapa bertawakal kepada Allah , niscaya Allah mencukupkan (keperluannya) ." Atau sebagaimana ditegaskan oleh Kanjeng Nabi Muhammad dalam sabdanya "Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang." (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab .a.) 

Demikian beberapa wasilah yang bisa kita gunakan untuk meminta kepada Allah agar kita diberi penangkaran yang berhasil. Jika kita bisa istiqomah menjalankan semua wasilah tersebut maka insya Allah mimpi kita untuk bisa memiliki penangkaran yang besar akan segera terwujud. Aamiinn . . .

maaf ya . . . masih bersambung lagi

1 komentar:

Abdulloh Rozaq mengatakan...

Alhamdulillah...matur suwun