tulisan berjalan

Kontak Pak Syam WA 081280543060

Minggu, 23 Maret 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Jangan Membeli Burung Dalam Sarung ( Kucing Dalam Karung ). bag.1


Mengenang waktu kecil, saat masih duduk di Sekolah Dasar dulu ( di Banyuwangi ) buat saya tak ubahnya mengingat keindahan hidup. Bagaimana tidak; berlarian di sawah, mancing welut, mandi di kali, nyari burung emprit di pohon-pohon pinang adalah warna keseharian anak-anak ndeso seperti saya, kala itu. Maklum sekolah saya memang berstatus sekolah ndeso.


Tapi syukurnya justru alam pedesaan seperti itulah yang telah membuat masa kecil saya menjadi lebih berwarna dibandingkan dengan anak-anak jaman sekarang. Salah satu hal yang membekas sampai sekarang adalah kesukaan saya berburu sarang burung emprit tersebut. Dan bahkan kesukaan tersebut berlanjut sampai sekarang, cuma sekarang dalam bentuk yang berbeda yaitu menangkarkannya. Dan sekarang bukan lagi burung Emprit tapi sudah beralih ke burung Jalak Bali.

Namun harus tetap saya akui bahwa karena pengaruh “gaya hidup” waktu kecil itulah sesungguhnya insting saya jadi terasah. Rasa empati dan ilmu perburungan saya menjadi lebih berkembang karena hal-hal tersebut.


Ada satu lagi kenangan waktu kecil yang masih melekat sampai sekarang. Yang ini berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Waktu itu kami diajari tentang pepatah ”Jangan membeli kucing dalam karung”. Pelajaran sederhana tersebut, buat saya terasa begitu mengena. Mungkin karena objek pepatahnya adalah binatang dan barang yang sangat familiar dengan alam fikiran anak-anak ndeso. Kucing adalah binatang yang berseliweran di lingkungan kami, sedangkan karung adalah barang sehari-hari nangkring di dapur kami sebagai wadah padi hasil panen. Karena dekatnya objek tersebut dengan kehidupan kami, makanya begitu mengena di hati kami. Kalau anak-anak sekarang mungkin akan lebih mengena jika pepatahnya disesuaikan dengan jamannya yaitu “Jangan membeli mainan dalam kemasan” kali ya . . .he he he.

Walaupun pepatah pertama itu saya dengar puluhan tahun lalu, namun arti penting pepatah itu masih saya rasakan sampai sekarang. Lebih-lebih saat saya menekuni penangkaran burung Jalak Bali sekarang ini. Memangnya apa hubungan kucing dalam karung sama menangkarkan burung ? Mungkin begitu pertanyaan yang timbul.

Ada dong. . . kasih tahu nggak ya . . . ???

Kasih tahu deh, begini ya . . .

Pada saat kita membeli kucing kita kan dilarang tuh membeli kucing yang mengeong-ngeong dalam karung. Kenapa begitu, ya karena saat kita membeli kucing bagus atau jeleknya kucing bukan dilihat dari suaranya. Nah walaupun kadang kita membeli burung karena suaranya namun larangan itu juga masih berlaku saat kita membeli burung. Cuma beda dikit saja

Saat membeli burung kita juga dilarang membelinya dalam sangkar yang di balut sarung alias kerodong sangkar, tanpa membukanya terlebih dahulu. Makanya buka kerodongnya, lihat baik-baik, baru putuskan untuk membeli atau tidak jadi membelinya.

Nah begitu. Pas kita mau membeli burung, kenali burungnya dulu sejelas-jelasnya. Tanya usianya berapa, berasal dari alam atau penangkaran, kesehatannya, makanan kesukaannya, kebiasaan mandi, kebiasaan jemur dan lain-lain. Tanpa mengenali hal-hal tersebut maka kemungkinan besar kita akan salah dalam meneruskan pemeliharaannya. Jika kita salah memeliharanya maka burung akan mengalami stress. Ini alamat tidak baik bagi bintang klangenan kita tersebut.

Terlebih-lebih jika kita ingin membeli burung untuk ditangkarkan. Maka harus lebih berhati-hati. Tiga persoalan pokok dalam membeli burung untuk ditangkarkan adalah, asal penangkaran, katuranggan, dan kesehatan burung.

Asal penangkaran ini penting. Tanyakan kepada orang dimana anda beli, apakah dia seorang penangkar atau dia hanya sekedar bakul burung. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara seorang penangkar dengan seorang bakul burung.

Seorang penangkar burung akan lebiih berhati-hati saat menggambarkan keadaan burungnya, sedangkan seorang bakul burung cenderung menyampaikan keadaan burungnya hanya dari aspek positifnya saja. Disamping itu seorang penangkar burung biasanya memiliki pengetahuan yang cukup dan pengalaman yang memadai berkaitan dengan BAGAIMANA CARANYA MENANGKARKAN BURUNG. Sedangkan seorang bakul burung biasanya memiliki ilmu dan pengalaman tentang BAGAIMANA CARANYA MERAIH UNTUNG DARI BERDAGANG BURUNG.

Sekali lagi jika tujuan anda dalam membeli burung adalah untuk materi dalam MENANGKARKAN BURUNG maka akan jauh lebih baik jika anda membelinya kepada seorang PENANGKAR burung. Karena dengan membeli dari seorang penangkar maka anda akan bisa banyak BELAJAR bagaimana caranya menangkarkan burung.

Demikian juga sebaliknya jika tujuan anda dalam membeli burung adalah dalam rangka BISNIS BURUNG maka akan jauh lebih baik jika anda membelinya kepada seorang BAKUL BURUNG. Karena dengan membeli dari seorang bakul burung maka anda akan bisa banyak BELAJAR bagaimana caranya menangguk untung dari bisnis burung.

hadeh bersambung lagi ya . . . . . . . . . ..  . . . . .

Tidak ada komentar: