tulisan berjalan

Kontak Pak Syam WA 081280543060

Jumat, 27 Juni 2014

Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Bangkrut Menurut Kanjeng Nabi Muhammad

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9


Seri Ramadhan, session 2



Sobat Kicau Mania, saya mau nanya ya . . . begini persoalannya.

Mas Hari adalah seorang pedagang burung di Pasar Wage Klaten. Suatu hari dia kulakan burung murai ke Pasar Depok Solo. Dia kulakan 5 ekor murai medan dengan ekor panjang-panjang yaitu kisaran 20 - 22 cm, dengan harga 3 jt perekor. Tiga hari kemudian 2 ekor dibeli orang seharga 7 jt rupiah.


Namun malang tidak dapat ditolak, seminggu kemudian burungnya lepas satu ekor. Setelah itu dua ekor yang masih tersisa malah mabung. Karena kepepet butuh modal akhirnya kang hari menjual burungnya seharga 5 jt rupiah untuk dua ekor.

Dengan kondisi seperti itu, apakah sebutan untuk nasib kang Hari tersebut ? Untung atau rugi ? Rugi ! Ya. . .betul. Karena kang Hari kulakan burung seharga 15 jt, namun hanya mendapatkan uang hasil penjualan sebesar 12 jt. Maka dia rugi sebesar 3 jt rupiah. Itu itung-itungan dagang.


Eh . . .Kicau Mania tahu gak jika untung dan rugi itu bukan melulu itung-itungan dagang, tapi juga itung-itungan pahala ? ada loh . . .begini ceritanya

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada sahabat-sahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Para sahabat pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”

Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Akhirnya beliau meneruskan sabdanya “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala shalat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia dzalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim) 

Oooo . . . jadi yang namanya untung dan rugi itu bukan sekedar itung-itungan orang dagang, tapi juga itung-itungan orang beriman to . . .


Tidak ada komentar: