tulisan berjalan

Kontak Om Breeder (Pak Syam) WA 081280543060

Rabu, 08 Juli 2015

AHA Breeding Klaten : Merawat Anakan Burung Jalak Bali dari Piyik Hingga Siap Jual



Ibarat bayi yang baru lahir, anak burung yang baru menetas juga memerlukan perawatan khusus. Perawatan khusus ini meliputi suhu ruangan agar tidak kedinginan, kenyamanan tempat biar si kecil bisa tidur dengan nyenyak, keamanan dari tikus maupun semut agar tidak dimangsa oleh mereka dan makanan yang cocok sesuai usianya.

Suhu yang tepat bagi piyik jalak bali bisa kita peroleh dengan mengatur suhu pada incubatornya. Atau kalau kita menggunakan cara tradisional bisa menggunakan kandang burung biasa yang diberi lampu di dalamnya dengan voltase sekitar 5 watt terus kandangnya di kerodong. Menurut pengalaman saya menggunakan cara tradisional ini hasilnya justru lebih efektif. Untuk piyikan yang baru menetas biasanya nyaman pada suhu 37-38 °C. Gunakan termometer untuk mengeceknya.

Kenyamanan tempat juga menjadi tuntutan yang wajib kita penuhi, karena seperti halnya seorang bayi piyik burung jalak bali juga memerlukan istirahat yang cukup. Untuk istirahat yang berkualitas maka dia juga membutuhkan suasana yang nyaman, tidak berisik, kandang yang tenang tidak mudah bergerak-gerak.


Faktor berikutnya yang juga sangat penting adalah menyangkut keamanan si burung. Keamanan ini terutama berasal dari serangan predator yang berupa kucing, tikus atau semut. Piyik burung jalak bali merupakan sasaran yang empuk bagi kucing, tikus maupun semut.Untuk menghindari serangan kucing atau tikus maka anda harus menempatkan burung pada ruangan yang benar-benar aman dari gangguan mereka. Sedangkan serangan semut bisa kita atasi dengan cara membersihkan tempat dari makanan yang mungkin tercecer terutama makan yang berasal dari hewan seperti kroto atau jangkrik. Disamping itu kita juga bisa memberinya kapur anti semut di sekitar tempat tidur si kecil.

Faktor berikutnya berkaitan dengan makanannya. Pada awal burung jalak bali kita panen dari sarang makanan utamanya adalah kroto. Jika tidak menemukan kroto kita bisa menggantinya dengan jangkrik. Untuk pemberian jangkrik ini tidak kita berikan seluruhnya, akan tetapi hanya kita ambil bagian perutnya saja. Dan jangkriknyapun bukan jangkrik yang baru kita beli dari pasar, akan tetapi jangkrik yang sudah kita karantina di rumah kita. Agar menghasilkan jangkrik yang bagus selama proses karantina jangkrik tersebut kita beri pakan khusus berupa tahu mentah. Karantina ini minimal telah berjalan satu malam. Lebih lama lebih baik.

Perawatan pitik burung jalak bali memang memerlukan keseriusan mengingat hampir tiap setengah jam burung pasti sudah merengek-rengek minta disuapin, layaknya bayi yang minta disusui ibunya.


Untuk pemberian pakan bagi piyik burung jalak bali bisa saya bagi dalam beberapa kategori berdasarkan usianya.
 
a. pemberian makanan untuk anak burung jalak bali yang baru menetas

Sehari setelah burung menetas si burung kecil masih memiliki cadangan makanan dari telur, sehingga si piyik kecil sebenarnya belum memerlukan makanan dari luar. Akan tetapi jika dia minta disuapi juga tidak mengapa. Setelah hari esoknya barulah dia kita beri makanan secara rutin tiap setengah jam sekali. Pakan yang paling bagus pada usia ini adalah telur rangrang ( kroto yang masih berbentuk telur ). Pakan diberikan tiap setengah jam sekali dan pemberian pakan tidak boleh terlalu kenyang. Jika tidak ada kroto bisa diganti dengan jangkrik, yang diambil bagian perutnya saja.

b. Makanan Burung jalak bali usia  satu minggu       

Pada usia ini saya biasanya memberikan pakan berupa kroto dan jangkrik. Namun jangkriknya sudah bisa kita beri jangkrik yang utuh dari kepala sampai ke perutnya. Jangkrik cukup dipotong kaki-kakinya terus kepadanya di pites sampai pecah kemudian kita lolohkan. Untuk memudahkan si kecil menelan, jangan lupa pilihkan jangkrik yang memeiliki ukuran kecil. Lebih bagus lagi kalau ada jangkrik muda yang masih putih imut-imut.

c. Makanan burung jalak suren bali dua minggu

Pada usia ini burung jalak bali sudah bisa diperkenalkan dengan vor. Pilihlah vor yang bertekstur lembut, seduhlah dengan air panas secukupnya. Pemberian vor ini diberikan secara selag seling dengan pemberian jangkrik. Kroto juga bisa dicampur dengan adonan vor. Untuk adonan voer halus tidak boleh terlalu kental, agak encer saja agar si kecil mudah menelannya. Semakin bertambahnya usia tingkat kekentalan vor bisa ditingkatkan.

d. Makanan burung jalak bali yang sudah bisa bertengger (usia empat minggu )

Burung jalak bali memasuki usia empat pekan biasanya sudah mulai belajar bertengger. Pada usia ini makanan tidak berbeda dengan usia sebelumnya. Pada usia ini vor sudah bisa kita buat yang agak kental, tapi jangan terlalu kental agar tidak mengalami kesulitan saat menelannya. Pada usia ini kebutuhan jangkrik juga sudah semakin banyak. Setiap kali memberi pakan bisa kita berikan jangkrik antara tiga sampai empat ekor. Jangan lupa tetap pilihkan jangkrik yang berukuran kecil, dan buang semua kakinya, namun kepala sudah tidak perlu dipites lagi.

Pada tahap ini biasanya anakan burung jalak bali juga sudah bisa diperkenalkan dengan buah. Buah paling disukai pada usia ini adalah pisang kepok. Gantung pisang kepok yang sudah dikupas sebelah dan disayat pisau berbentuk kotak kecil-kecil (untuk mempermudah memakannya), di dalam kandang.

Tahapan selanjutnya adalah melatih burung untuk makan vor kering. Setelah anakan burung jalak bali terampil makan vor kering maka burung sudah siap untuk dijual.

Penulis : pak Syam, penangkar burung jalak bali klaten Hp / WA 081280543060

Senin, 06 Juli 2015

AHA Breeding Klaten : Menangkar Burung Jalak Bali, Sebuah Tips



Menangkar burung jalak bali saat ini menjadi pilihan wira usaha yang bagus. Sebagai salah satu alternative wira usaha menjatuhkan pilihan pada burung jalak bali juga cukup tepat dan menarik. Karena dari sisi nama, burung jalak bali memiliki brand tersendiri, dan dari sisi pasar burungnya burung jalak bali juga memiliki segmen pasar yang cukup mapan. Inilah dunia hobi yang berbalut bisnis. Ngeri-ngeri sedap . . .

Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah dari sisi teknis menangkarkannya ternyata juga relative sama dengan menangkarkan spesies jalak lainnya, seperti jalak suren dan jalak putih. Jadi tidak terlalu ribet. 

Yang membedakan dengan kedua spesies saudaranya tadi tentu saja pada harganya. Ini artinya menangkarkan burung jalak bali memiliki peluang yang lebih menggiurkan dibandingkan menangkarkan spesies burung jalak lainnya. Bagaimana meraih peluang itu ?
Berikut ini beberapa langkah yang harus anda lakukan saat anda akan pingin menerjuni wira-usaha menangkarkan burung jalak bali :

1.       Siapkan kandang.
Kandang penangkaran burung jalak bali berbeda dengan kandang burung kicauan yang umumnya berukuran kecil dan berbentuk kandang gantung. Kandang penangkaran jalak bali memiliki ukuran yang lebih besar dan ditanam secara permanen di tanah. Berapa ukuran kandang penangkaran yang bagus ? Sepanjang pengalaman saya dalam menangkar burung jalak bali, tidak ada patokan yang baku mengenai ukuran kandang. Kalau tidak ada patokan yang baku terus bagaimana cara kita menentukan ukurannya ? Ukurannya adalah kenyamanan burung jalak bali dalam kandang. Jika kita beraktifitas di depan kandang si burung jalak bali tidak terganggu berarti dia nyaman. Jika si burung jalak bali ketakutan atas kehadiran kita, artinya burung tersebut tidak nyaman. kalau tidak nyaman perlu dibenahi.

2.      Siapkan bibit burung jalak bali
Bibit burung jalak bali menjadi poin cukup penting dalam sebuah usaha penangkaran. Bibit burung jalak bali sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha penangkaran tersebut. Karena itu pilihlah bibit yang baik. Ciri bibit yang baik; burungnya sehat, usianya relative sama dengan pasangannya, makannya lahap, rajin mandi dan gemuk tapi tetap lincah.

3.      Pelajari cara perawatannya
Perawatan burung juga menjadi poin yang sangat penting dalam usaha penangkaran burung. Perawatan yang benar potensial membawa keberhasilan, sebaliknya perawatan yang tidak memenuhi standart akan berefek pada kegagalan penangkaran. Perawatan ini meliputi kebersihan kandang, pemberian pakan dan minum, pemberian tangkringan di dalam kandang dan lain-lain.

4.      Pelajari cara menangani burung usia kawin
Usia kawin bagi burung merupakan usia yang cukup rawan. Jika sepasang burung memasuki usia ini namun tidak ditangani dengan benar maka akan bisa menyebabkan mereka pisang ranjang alias gagal produksi. Maka dari itu bagi seorang penangkar burung mutlak mengenali kapan burung tangkarannya memasuki usia kawin sekaligus mempelajari bagaimana perawatan yang tepat bagi si “calon pengantin” ini. Bagaimana menyiapkan ranjang dengan cocok, memberikan menu pakan yang mendukung agar mereka bisa berproduksi dengan baik, membangun suasana yang kondusif bagi produktivitas mereka dan lain-lain.

5.      Pelajari cara merawat anak hasil penangkaran.
Menangani hasil produksi juga sangat penting. Penangkar burung jalak bali biasa memanen hasil tangkarannya secara beragam yaitu antara usia 3 – 8 hari. Saya pribadi biasa memanen hasil tangkaran pada usia 8 hari agar lebih mudah dalam perawatannya. Setelah dipanen maka anakan burung jalak bali berada dalam asuhan kita. Teknis mengasuh sangat berpengaruh terhadap masa depan si kecil. Karena itu mutlak diperlukan ilmu merawatnya.

Langkah-langkah di atas, merupakan persoalan umum yang mesti difahami oleh seorang calon penangkar burung jalak bali. Kalau bagi para penangkar burung jalak bali lima poin di atas harus sudah menjadi  ketrampilan mereka yang utama. Bukan lagi sekedar teori.

Bagaimana dengan para pemula ?

Bagi para pemula saya menyarankan agar sebelum mereka menerjuni dunia penangkaran burung jalak bali terlebih dahulu mencari mentor yang akan menjadi rujukan sharing bagi aktivitas penangkarannya. Atau minimal mencari penangkar burung jalak bali yang mau dijadikan tempat untuk bertanya setidaknya tentang lima hal di atas. 

Mentor atau tempat bertanya ini upayakan bukan sekedar orang yang mengetahui teori menangkarkan burung jalak bali, akan tetapi orang tersebut sekaligus memiliki pengalaman langsung dalam dunia penangkaran burung jalak bali. Jadi bagusnya memang dia seorang penangkar burung jalak bali. Dia mesti pelaku di lapangan.


Demikian sedikit tulisan dalam memulai penangkaran burung jalak bali. Saya tuliskan tips ini karena belajar dari pengalaman saya sendiri, di mana saat saya mengawali penangkaran burung jalak bali beberapa tahun lalu saya pernah tersesat dalam belantara KEBINGUNGAN. Karena ternyata menangkar burung jalak bali sekalipun secara teknis sederhana, namun kita tetap membutuhkan seseorang untuk berbagi saran terutama pengalaman dari para senior. 

Dan ternyata mencari senior yang mau berbagi ilmu dan pengalaman itu tidak sederhana. Karena tidak semua senior telaten dan memiliki waktu untuk melayani pertanyaan kita.
Selamat menangkar burung jalak bali, Semoga Allah menjadikan penangkaran anda sebagai wasilah untuk mencari rejeki yang halal, baik dan melimpah. Aamiin . . .


Penulis : Pak Syam, penangkar burung jalak bali Klaten Hp / WA. 081280543060


Selasa, 23 Juni 2015

AHA Breeding Klaten : Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Sedikit Panduan Dalam Membeli Burung Jalak Bali



Oleh : Pak Syam, penangkar burung jalak bali Klaten Hp / WA.  081280543060

Burung jalak bali merupakan burung cantik dan eskotik, oleh karena itu tentu saja dia sangat sangat menarik. Saking cantiknya, eksotiknya dan menariknya makanya tidak mengherankan jika burung jalak bali menjadi sangat menggoda untuk dikoleksi oleh siapapun.

Maka dari itu tidaklah mengherankan jika banyak penggemar burung yang penasaran dengan burung jalak bali. Rasa penasaran ini telah mendorong mereka untuk berburu ke pasar-pasar burung, pengepul dan pedagang burung maupun ke penangkarnya langsung. Sayangnya dalam perburuan tersebut tidak sedikit di antara para kicau mania tersebut yang berburu burung jalak bali bali tanpa perbekalan yang memadai. Lah piye to . . .berburu kok tanpa bekal . . .

Ooooo . . .jadi perlu bekal ya ? Lah terus bekalnya berburu burung jalak bali ini apa ? Perbekalan itu maksudnya pengetahuan tentang burung jalak bali itu sendiri dan pernak-pernik yang menyertainya. Pernak-pernik itu maksudnya adalah : legalitas burung, motif pembelian burung jalak bali ( apakah untuk ditangkarkan atau sekedar hobi ) layanan pasca beli ada apa tidak, integritas penangkar atau pedagangnya sudah teruji apa belum, tawaran harga kemurahan atau ketinggian, dan lain-lain.

Sangat disayangkan karena di lapangan banyak sekali penggemar burung yang tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pernak-pernik di atas. Bahkan dari berpuluh kali pengalaman penulis melayani para calon konsumen, penulis menemukan mayoritas calon konsumen masih awam tentang burung jalak bali apatah lagi tentang pernak-perniknya tersebut.

Sekedar contoh, ada calon konsumen yang bercerita bahwa dia telah tertipu saat membeli burung jalak bali melalui online karena tergiur harga yang murah, ada yang mengaku telah membeli burung jalak bali namun ragu mengenai legalitasnya terkait dengan keaslian surat-surat atau dokumennya, ada yang curhat tentang kekecewaannya kepada pedagang atau penangkar yang tidak mau melayani konsultasi terkait dengan bagaimana cara menangkarkan burung jalak bali yang baik dan benar agar penangkarannya produktif. Dan seabreg pernak-pernik lainnya. Kasus-kasus seperti ini sangat sering saya temui.


Sebenarnya persoalan di atas tentu saja tidak boleh menimpa kita. Namun kenyataannya dari hari ke hari penulis masih menerima keluhan-keluhan serupa. Kenapa persoalan itu masih saja terjadi ?

Kalau menurut penulis kasus-kasus di atas masih terus terulang, karena masih banyaknya konsumen burung jalak bali yang awam terhadap burung jalak bali dan segala pernak-perniknya tersebut. Jadi ibarat kita mau belanja baju, kita tidak mengenal sama sekali merk baju atau celana yang akan kita beli. Maka bisa dibayangkan betapa bingungnya kita untuk menentukan pilihan mana yang bagus dan layak dibeli.

Belum lagi jika di pasar tersebut ada oknum pedagang yang tidak jujur. Jika ada pedagang yang tidak jujur, maka  tidak mustahil dia akan melakukan penipuan kepada calon konsumen. Dan calon konsumen yang masih awam tentu saja bisa menjadi sasaran empuk. Iya to . . . .Oleh karena itu maka mengenal jenis barang yang akan kita beli plus segala pernak-perniknya, menjadi pengetahuan yang mutlak untuk kita miliki.

Demikian juga jika kita akan membeli burung jalak bali, kita juga harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang burung jalak bali tersebut. Demikian juga dengan pernak-perniknya.

Khusus berkaitan dengan asal pembelian burung. Saran saya belilah burung jalak bali kepada pedagang yang memiliki integritas bagus. Atau jika anda akan membeli burung jalak bali untuk ditangkarkan maka usahakan untuk membelinya langsung kepada penangkar. Dan jangan lupa cek integritas dari sang penangkar dan kesediaannya untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam menangkar burung jalak balinya. Karena tidak semua penangkar bersikap terbuka terhadap ilmu dan pengalamannya.
Berikut ini sedikit panduan dari #JalakBaliKlaten :
  • Teliti sebelum membeli; jangan hanya terkecoh pada harga yang murah. Hal ini sangat penting, karena pada dasarnya burung yang bagus lazimnya berharga lebih mahal dibanding burung yang kurang bagus. Sangat jarang burung bagus tapi berharga murah. Karena sebenarnya prinsip dalam bertransaksi burung sama dengan bertransaksi barang pada umumnya; ada harga ada barang. Berhati-hatilah jika ada tawaran burung jalak bali yang murah. Cek legalitasnya, cek kejujuran penjualnya, cek kesehatan burungnya dan lain-lain.
  • Tetapkan motif membeli sejak awal; apakah membeli burung jalak bali untuk di jadikan peliharaan sebagai hobi semata atau membeli burung untuk ditangkarkan. Penetapan motif pembelian ini penting, karena perbedaan motif dalam membeli akan membedakana criteria burung yang akan kita beli. Jika kita membeli burung jalak bali untuk memenuhi hobi maka asal burungnya sehat, dan sedikit pengetahuan tentang bagaimana rawatan hariannya, itu sudah cukup.  Tapi jika motif kita dalam membeli burung jalak bali adalah untuk ditangkarkan maka kita masih memerlukan seabreg pengetahuan tentang lainnya. Baik yang menyangkut burungnya, managemen kandang ( bahan, ukuran, kenyamanan, sarang, pakan dll ), perawatan anakannya jika sudah berproduksi, perawatan trotolan  dan lain sebagainya.
  • Jika motif pembeliannya untuk ditangkarkan maka saran saya belilah burung langsung ke penangkarnya. Karena itu sejak awal tentukan penangkar mana yang akan anda jadikan rujukan. Hal ini sangat penting karena motif kita adalah menangkar. Sebagai penangkar baru, kita butuh back-up pengetahuan dan pengalaman dari penangkar senior. Maka sekarang tugas penting kita adalah mencari penangkar burung jalak bali yang bersedia untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam menangkar burung jalak bali. Jika kita telah menemukan penangkar yang bersedia untuk berbagi tersebut maka PR kita pada point dua di atas akan bisa kita selesaikan dengan happy ending. Insyaa Allah . . .