Oleh : Pak Syam, Penangkar burung
Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA.
081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9
( Seri
Tukang Burung Ingin Naik Haji bag. 4 )
oke kita lanjutkan lagi ya . . .Sampai dimana
kemarin. Ooo . .sampai ke tempat-tempat mustajab untuk berdoa. Iya to ? Kemarin
sudah saya sebutkan dua tempat mustajab yaitu Multazam dan Hijr Ismail.
Sekarang kita lanjutkan ke tiga tempat mustajab lainnya. oke siaaappp . . .
3.
Hajar Aswad
Siapa yang tak pernah mendengar Hajar Aswad ? Konon
menurut para kasepuhan Hajar Aswad merupakan batu terakhir pemberian malaikat
Jibril yang kemudian diletakkan oleh Nabi Ibrahim untuk menyelesaikan
pembangunan Ka'bah. Hajar Aswad terletak di sebelah kiri pintu Ka'bah. Berdoa
sembari mencium Hajar Aswad merupakan doa yang sangat mustajab untuk
dikabulkan. Konon, pada awalnya batu ini berwarna putih bersih. Namun,
akibat banyaknya umat muslim yang menyentuhnya maka ia berubah menjadi hitam.
Hajar Aswad pernah dicuri dan jatuh hingga pecah
berkeping-keping. Oleh karena itu, Hajar Aswad yang saat ini tertanam di Ka'bah
bukanlah sepenuhnya merupakan Hajar Aswad. Hanya beberapa titik batuan yang
mengandung Hajar Aswad karena ia sudah dicampur dengan batuan lain. Oleh karena
itu ada pesan agar kita mencermati sebelum menciumnya. Pastikan bahwa ia
benar-benar Hajar Aswad, bukan batuan lain.
4.
Rukun Yamani
Kata para kasepuhan,
dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyampaikan bahwa "Ada 70
malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, 'Ya Allah, berilah aku
ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah
kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari
siksa api neraka' maka 70 malaikat tersebut akan berkata, 'Amin, kabulkanlah
doanya'." (HR. Ibnu Majah).
Weleh . . .weleh iniyang
dinamakan doa sapu jagat itu. Doa inilah yang dibaca ketika muslim sedang
melakukan tawaf di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rukun Yamani itu sendiri merupakan sudut sebelum seorang jamaah haji mencapai Hajar
Aswad pas dia sedang melakukan tawaf.
5.
Raudhah
Raudhah artinya 'taman'. Raudhoh terletak di
Madinah, tepatnya di dalam Masjid
Nabawi. Raudhah merupakan sebuah area kecil yang terletak di antara
mimbar imam Masjid Nabawi dengan makam Nabi Muhammad saw, Abu Bakar As siddiq,
dan Umar bin Khatab.
Di dalam raudhah, jamaah haji sebaiknya
melaksanakan shalat sunnat empat rakaat kemudian berdoa. Konon saat ini untuk
jemaat laki-laki, raudhah dibuka 24 jam sehingga melaksanakan saat shalat wajib
berjamaah pun jamaah dapat melakukannya di sini. Sedangkan untuk jamaah
perempuan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu (ba'da shalat subuh-pukul
11.00, ba'da dzuhur-masuk shalat ashar, ba'da isya-pukul 00.00).
Nah itu tadi lima tempat mustajab untuk berdoa yang
terletak di kota suci yang sangat dirindukan oleh kaum muslimin seluruh dunia.
Semoga kita semua kelak diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat
tersebut untuk mencurahkan doa-kita sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya.
Amin.
Kembali
ke soal haji. Selama menjalankan prosesi haji biasanya berjuta harapan
ditaburkan para jamaah. Berjuta doa panjatkan, berjuta keinginan disampaikan.
Ada yang meminta keluasan rizki, pangkat yang tinggi, meminta diberi keturunan
karena sudah bertahun-tahun menikah namun belum dikarunia anak, ada yang minta
diberi kesehatan dan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya, yang jomblo
minta jodoh dan lain-lain.
Dan untuk
para tukang burung kayak kita ini jangan lupa meminta agar diberikan
penangkaran burung yang produktif, indukannya banyak, anakanannya banyak,
penjualannya gampang. Duit hasil penjualan burungnya berkah, bermanfaat bagi
keluarga dan masyarakat. Dan yang lebih penting lagi setelah kita diberi
penangkaran yang besar, yang produktif dan yang berkah, semua hasil dari
penangkaran itu bisa jadi wasilah kita untuk menjadi muslim yang lebih sholih
sehingga hasil penangkarannya bisa menjadi wasilah (sarana) yang mengantarkan
kita masuk surga. Aamiin . . .manteb to. Insya Allah diijabah.

Berkaitan
dengan doa yang kita panjatkan, Al-Qur’an mengingatkan bahwa hendaknya jangan
sampai doa-doa kita, keinginan-keinginan dan harapan kita jangan sampai hanya
terbatas pada persoalan dunia. Mintalah sebanyak-banyaknya indukan jalak bali,
indukan jalak putih, indukan cucakrawa dan indukan murai batu namun juga
mintalah keberkahannya. Sekaligus meminta agar seluruh perolehan dari doa kita
tersebut bisa memberikan berkah kepada keluarga, masyarakat, memberi ketenteraman
hidup, sekaligus bisa menjadi bekal kita untuk masuk surga. Begitu ya . . .