tulisan berjalan

Kontak Om Breeder (Pak Syam) WA 081280543060

Rabu, 04 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Sukses Menangkar Burung Jalak Bali Dengan Metode Spiritual Breeding (bag.1)

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Yen tak pikir-pikir menangkarkan burung jalak bali itu termasuk kegiatan yang cukup misterius. Karena dalam kegiatan menangkarkan burung jalak bali  ini banyak sekali saya menemukan “keanehan”. Berbagai keanehan dalam menangkarkan burung jalak bali inipun jamak ditemui oleh para penangkar burung jalak bali di berbagai tempat, seakan sudah diterima secara umum.

Misalnya begini, ada orang yang menangkarkan burung jalak bali dengan membangun kandang penangkaran burung jalak bali yang cukup mewah, di lokasi yang cukup nyaman, area kandang penangkarannya cukup luas, cctv dipasang di setiap kandang jalak balinya sehingga selama dua puluh empat jam bisa memantau perkembangan burung jalak bali tersebut, makanan burung jalak bali dalam kandang penangkaran disediakan secara berlimpah sehingga burung jalak balinya bisa memilih makanan sesuka temboloknya . . . . .eee . .  ternyata burung jalak bali tersebut tak juga mau bertelur.

 Sementara itu ada juga penangkar burung jalak bali  yang menangkarkan dalam bentuk yang sederhana; di mana dia menangkarkan burung jalak balinya dengan teknik sekenanya, kandang penangkaran burung jalak bali dibuat seadanya, lokasinya di tempat yang kurang bagus dan bahkan bising oleh suara motor lalu lalang. Hanya saja si penangkar burung jalak bali tersebut memang telaten merawat, dengan sepenuh hati dia curahkan perhatiannya kepada si burung jalak bali tangkaran miliknya eeee . . . dari penangkaran yang sederhana ini malah burung jalak balinya beranak pinak dengan lancar.

Di kandang penangkaran yang bagus tapi burung jalak bali tersebut malah gak mau berproduksi, tapi di kandang penangkaran yang sekenanya burung jalak bali tersebut malah produksinya bagus. Coba gimana itu ? Itulah yang saya maksudkan dengan menangkarkan burung jalak bali sebagai aktivitas yang cukup misterius di atas.

Saking misterinya dalam kegiatan penangkaran burung jalak bali ini, saya sering menganalogikan misteri penangkaran burung jalak bali ini dengan misteri rejeki. Coba perhatikan lebih serius. Dalam masalah rejeki ini, ada seorang pebisnis yang bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga petang, tapi bisnisnya tidak terlihat berkembang, sehingga penghasilannya juga segitu-gitu saja yang bisa dia bawa pulang.

Di sisi lain ada orang yang kelihatannya tenang, tidak terlalu ngoyo, bahkan selalu membagi waktunya untuk kegiatan social keagamaan, aktif di kegiatan dakwah misalnya . . .eee . . . ternyata bisnisnya malah cepat berkembang, rejekinya malah lancar dan tetangganyapun ikut kebagian berkah. Dengan berkah yang sampai meluber ke tetangga tersebut akhirnya malah semakin mempercepat perkembangan bisnisnya. Begitulah misteriusnya rejeki.

Jika kita berbicara tentang penangkaranburung jalak bali, maka kita semua sepakat bahwa menangkarkan burung jalak bali adalah merupakan salah satu pintu untuk mendapatkan rejeki. Jika kita berfikiran bahwa penangkaran burung adalah merupakan salah satu maka semestinya kita mengikuti hukum tentang mengejar rejeki. Apa itu hukum mengejar rejeki ?

Konon kata para sesepuh, ada beberapa kaidah (hukum) yang berkaitan dengan cara kita mengejar rejeki ini. Pertama bahwa rejeki itu sesungguhnya adalah milik Allah. Yang kedua,  dalam kaitannya dengan mengejar rejeki kita hanya diperintahkan untuk berikhtiyar saja sedangkan seberapa besar hasilnya kelak, yang menentukan adalah Allah. Yang ketiga, Allah memberikan ketentuan bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam mengejar rejeki maka dia akan mendapatkannya dengan baik ( man jadda wajada )

Minggu, 01 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Ukuran Kandang Penangkaran Burung Jalak Bali

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Bagi sebagian penangkar burung jalak bali, ukuran besarnya kandang penangkaran kadang menjadi persoalan yang dianggap cukup rumit. Ukuran kandang penangkaran ini menjadi tema yang cukup ramai di kalangan penangkar karena adanya keyakinan bahwa keberhasilan sebuah penangkaran sangat dipengaruhi oleh faktor kandang. Baik yang menyangkut letak kandang, suasana dalam kandang maupun di lingkungan sekitar serta ukurannya. Berkaitan dengan besarnya kandang, berapa sih ukuran idealnya sebuah kandang penangkaran burung jalak bali ?

Sepanjang pengamatan saya terhadap beberapa kandang yang sempat saya kunjungi saya menyimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada ukuran kandang yang baku. Tidak ada patokan yang resmi bahwa ukuran kandang harus sekian kali sekian, tingginya harus sekian.

Saya pernah melihat ada seorang penangkar yang memiliki ukuran kandang dengan lebar depan 1 m, panjang ke dalam 1m dan tinggi kandang 2  Dalam kandang ini, burungnya bisa produksi dengan baik.


Lain lagi dengan penangkaran milik teman saya. Dia menangkarkan burung jalak bali dalam sebuah kandang yang berukuran lebar depan 1,25 m panjang ke dalam 1,5 m tinggi 2m, namun burungnya tidak produktif, bahkan sampai pekan lalu saya bertandang ke penangkarannya, burung jalak balinya belum jua mau bertelur. Padahal dia menekuni peangkaran burung jalak bali lebih dari tiga tahun.

Suatu kali saya mendatangi penangkaran burung jalak bali dari seorang penangkar yang saya anggap cukup senior. Ukuran kandang milik beliau ini cukup besar. Lebar depan 1m, panjang ke dalam 4m tinggi kandang 4m. Produktifitas penangkarannya cukup bagus. Dengan melihat kandang tersebut saya jadi terinspirasi untuk menirunya.

Ada lagi pengalaman menarik dari teman saya. Dia tertarik dengan pemaparan yang disampaikan oleh seorang penangkar bahwa sang penangkar sedang membuat proyek penangkaran di sebuah lahan yang cukup luas. Karena lahan tersedia dengan cukup luas maka dia membuat kandang dengan ukuran yang besar. Setiap kandang berukuran 4m x 4m dengan tinggi 4m. Suasana kandang dibikin sealami mungkin, dengan memberikan pepohonan, pancuran air serta cahaya matahari yang melimpah.

Karena tertarik dengan proyek tersebut maka teman saya tadi “menyerahkan” beberapa pasang burung jalak bali miliknya untuk ditangkarkan di penangkaran yang mewah itu. Bagaimana hasilnya ? Tahun ini sudah memasuki tahun ke tiga atau bahkan ke empat, tapi ternyata dia belum bisa menikmati hasilnya, karena tak satupun burung di kandang mewah tersebut yang mau bertelur.

Atas dasar pengalaman dan cerita dari beberapa rekan penangkar akhirnya saya berkesimpulan bahwa ukuran kandang bagi penangkaran burung jalak bali tidak memiliki ukuran yang baku. Namun begitu saya secara pribadi memiliki ukuran minimal yang harus dipenuhi saat membangun kandang penangkaran burung jalak bali. Saya menetapkan kandang untuk penangkaran saya sendiri dengan ukuran minimal; lebar depan 1m panjang ke dalam 1,5 m dan tingginya 2m. Dari mana saya menetapkan ukuran minimal ini ?

Ukuran minimal kandang penangkaran burung jalak bali ini saya peroleh dari pengalaman saya pribadi. Begini ceritanya. Pada awalnya saya membuat kandang untuk menangkarkan burung cucak rawa. Karena keterbatasan lahan saya membuat empat kandang dengan ukuran masing-masing kandang lebar depan 0,9 m panjang ke dalam 1,6 m dan tinggi sekitar 3m. Dari kandang ini ternyata burung cucak rawa saya tidak mau berproduksi.

Karena penangkaran burung cucak rawa saya tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, maka saya ganti dengan burung jalak bali. Dan Alhamdulillah dalam waktu sekitar enam bulan burung jalak bali tersebut sudah beranak pinak. Dan dalam waktu satu tahunan saya sudah memiliki puluhan anakan burung jalak bali.

Dari situ saya berkeyakinan bahwa dengan ukuran kandang yang sekecil itu, ternyata burung jalak bali bisa berproduksi dengan baik. Kemudian ini saya jadikan sebagai patokan minimal untuk sebuah kandang penangkaran burung jalak bali.

Kamis, 15 Mei 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Menangkarkan Burung dan Wira Usaha

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Banyak sekali saya menerima pertanyaan dari pembaca blog ini tentang prospek menangkar burung jalak bali. Menangkar burung jalak bali itu gampang apa susah sih Om ? Ke depannya prospek burung jalak bali seperti apa Om tolong diterawang ya Om ?

Dua pertanyaan di atas sengaja saya angkat untuk mewakili pertanyaan lain yang mengalir setiap hari kepada saya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut masuk kepada saya melalui sms, bbm atau telepon.

Terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti itu saya tidak langsung menjawab. Ooo menangkarkan burung itu gampang kok mas. Prospek bisnis jalak bali bagus, buktinya saya sampai hari ini menerima banyak permintaan burung jalak bali. Saya tidak menjawab dengan jawaban yang instan seperti itu.

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut biasanya saya berusaha untuk mengetahui typology si penanya. Saya mencoba untuk mengetahui latar belakang mereka dengan menayakan balik beberapa hal berikut :

1.      Apakah anda menyukai binatang piaraan ?
2.      Apakah anda seorang yang telaten dan ulet atau anda termasuk  tipe orang yang gampang bosan dan mudah putus asa ?

Ini dua pertanyaan dasar yang selalu saya ajukan untuk menscreening mereka. Jika dia bukan orang yang menyukai hewan piaraan kepadanya saya sarankan untuk tidak meneruskan keinginannya untuk menerjuni dunia penangkaran burung. Sebab jika dia tetap berkeinginan untuk menerjuni dunia penangkaran maka penangkaran yang dia jalani hanya didorong oleh motivasi bisnis semata-mata, Menangkarkan burung yang hanya di dasarkan pada motivasi bisnis semata potensial gagal.


Sebaliknya jika dia menyukai binatang piaraan; apakah itu ikan koi, reptile, kucing ataupun burung maka saya katakan kepadanya bahwa anda berpeluang untuk menjadi penangkar burung yang baik. Hobi anda akan membantu anda untuk meraih keberhasilan dalam menangkar.

Apa lagi jika disamping dia hobi memelihara satwa dia juga punya mental yang tidak gampang menyerah, maka lengkaplah sudah persyaratan untuk menjadi penangkar yang sukses.

Saya mengamati banyak peternak burung, dan menemukan pelajaran berharga dari mereka bahwa para penangkar yang berhasil adalah penangkar yang memliki dua cirri tersebut.

Bagi penangkar yang memiliki hobi memelihara burung, jika burungnya gagal berproduksi maka dia santai saja. Jika dia melakukan perawatan terhadap burung maka dia lakukan dengan senang hati. Nah jika dia sudah memiliki sikap seperti ini maka apapun yang terjadi terhadap penangkarannya maka dia tidak terlalu pusing dibuatnya. Apa lagi jika dilengkap dengan jiwa yang tidak gampang menyerah. Maka segala hambatan yang datang dan menghambat perkembangan penangkarannya akan dihadapi dengan santai saja.

Selasa, 13 Mei 2014

INGIN MEMBELI BURUNG JALAK BALI ?

Serombongan tamu, dari kicau mania Tegal datang ke rumah. "Pak Syam terus terang saya baru kali ini melihat burung Jalak Bali secara langsung. Biasanya hanya lihat gambarnya saja di internet", tuturnya dengan sungguh-sungguh. Saya hanya senyum-senyum saja, mendengar penuturan jujurnya tersebut.

Di lain waktu seorang tamu dari Solo juga mengucapkan hal yang sama. Beberapa bulan yang lalu datang serombongan tamu dari Semarang. Sang komandan rombongan yang kebetulan bekerja di Manado (seorang pejabat eselon tiga di Kementerian Keuangan) juga menuturkan hal yang sama.

Ketika pertama kali saya membawa burung Jalak Bali ke Jakarta, sesampainya di Tanah Abang malah jadi tontonan banyak orang. Mayoritas mereka mengaku baru pertama kali ini melihat burung Jalak Bali secara langsung. Ooo . . .ini bang yang namanya burung Jalak Bali ? Mungkin begitu tanya hati mereka  he . . .he . . .he . . .

Dan masih banyak cerita serupa.

Saya hanya senyum-senyum saja mendengar penuturan para tamu itu. Kok senyum-senyum ? Saya tersenyum karena dalam hati diam-diam saya juga mengakui hal yang sama. "Sama Pak, saya dulu waktu belum punya burung Jalak Bali ini, tahunya juga gambarnya saja" begitu bisik hatiku.

Waktu itu saya mengira bahwa burung Jalak Bali itu burung yang "WOUW . . .!" Bagaimana tidak . . . . wong burung Jalak Bali itu burung dilindungi Undang-Undang, sehingga tidak sembarang orang bisa membelinya. Terus jumlah mereka di alam tinggal sak ndulit alias sedikit banget. Bahkan konon di Taman Nasional Bali Barat yang merupakan proyek pemerintah dalam menjaga kekayaan hayati yang sangat dibanggakan dunia ini, perkembangbiakan burung Jalak Bali di sana sangat lambat. Terus di samping itu organisasi pengawas perdagangan satwa di tingkat dunia yaitu CITES juga memasukkan burung Jalak Bali dalam daftar burung yang sangat diawasi perdagangannya.

Dengan sederetan fakta seperti itu maka lumrah kalau saya mengira bahwa burung Jalak Bali adalah burung yang "WOUW" sehingga harganya mesti WOUW dan yang bisa mengoleksinya hanyalah ORANG-ORANG WOUW. Yang bisa memiliki hanyalah para penghobi burung yang berprofesi sebagai pengusaha besar, pejabat tinggi dan orang-orang wouw lainnya. Waktu itu saya berfikiran seperti itu.

Tapi sekarang fikiran itu berbalik seratus delapan puluh derajat. Benar burung Jalak Bali itu memang langka, memang dilindungi Undang-Undang, memang diawasi secara ketat pleh badan pengawas perdagangan satwa ditingkat dunia (CITES) namun dari sisi harga ternyata tidak mahal-mahal amat. Dari cara membelinya juga tidak sulit-sulit amat. Bener lo . . .

Sekarang jika penjenengan kepingin membeli burung Jalak Bali ? Gampang . . . . . .
Gampang banget . . . . . .

Kepingin banget . . . sampai ngebet . . . tapi takut harganya mahal ?
Gak perlu takut harga . . . . . .
Wong saya saja bisa menjual burung Jalak Bali dengan harga nDeso dari hasil penangkaran saya sendiri kok.  Dan penjenengan bisa membuktikan ini semua  . . . . . .

Memang sekitar setahunan yang yang lalu waktu saya membeli anakan jalak bali umur sekitar 2-3 bulan harga perpasang Rp. 11,5 juta. Terus saya beli yang usia dewasa sepasang Rp. 25 juta. Itupun karena saya membeli melalui perantara teman yang kenal dengan si penjual burung Jalak Bali tersebut. Itung-itung sudah didiskonlah . . . sehingga ketemu harga segitu. Harga aslinya bukan segitu.

Tapi sekarang (Mei 2014) ini harga murah. Ini mungkin akan terus bertahan sampai lebaran Agustus 2014 nanti. Karena biasanya menjelang lebaran peminat burung agak turun. Alasannya karena ribet kalau ditinggal mudik. Maka menjelang puasa ramadhan biasanya pasaran burung agak sepi peminat sehingga harga burung cenderung rendah.

Di bulan ini saya sengaja menjual burung Jalak Bali hasil tangkaran saya dengan harga batas bawah. Harga batas bawah, apa itu ? Inget waktu naik taksi, kan ada to taksi yang memasang tarip di batas bawah ?

Sebagai penangkar burung Jalak Bali nDeso saya mencontoh pak supir taksi. Tapi walaupun harganya saya pasang pada tarif bawah tapi bukan berarti mengesampingkan kulaitas lo. Kualitas ya tetap bagus. Karena kualitas itu penting, dia nomor satu. Burung lemu-lemu, sehat-sehat dan lincah-lincah . . . itu tanda-tanda burung Jalak Bali yang bagus. Nanti pasca lebaran mungkin akan berubah ke tarif tengah atau bahkan naik ke tarif atas. Tergantung kondisi pasar.

Burung kami statusnya LEGAL, status burung itu penting buaaangeeettt . . .lo. Status burung bagi kami, menjadi harga mati.

Karena itu status burung WAJIB legal. Karena burung Jalak Bali merupakan salah satu spesies burung asli Indonesia yang telah dilindungi oleh UU maupun peraturan dunia terkait dengan pelestarian burung, kalau sampai burungnya bodong, itu bisa berabe . . .





Caranya beli Om ?

Gampang . . .kontak saja pak Syam di HP. 081280543060 atau 087877486516, WA. 081280543060 bisa juga bbm saya dengan Pin bb 53E70502 atau 25D600E9.

Harga burung harga pas kok. Kayak beli sayur itu lo. Pilih sayurnya, setelah itu bayar trus sayur dibawa pulang. Beres deh . . .

Cara pembayarannya ?

Gampang . . . coro nDeso saja . . .ya kayak orang beli sayur itu tadi . . .Ada burung ada uang. Artinya burung dianter sampai ditempat, setelah penjenengan menerima burungnya silakan dibayar dengan cara mentransfer uang sesuai harga yang telah kita sepakati. Tapi ada sedikit ongkos untuk tukang anternya.

Lo burung di anter sampai di alamat pembeli to ? Nggak pakai jasa pengiriman to ? Weleh . . .weleh . . .

Sebenarnya saya paling demen kalau penjenengan datang langsung ke penangkaran kami di Klaten Jawa Tengah ini. Atau menengok di tempat kami di Pejompongan Jakarta pusat. Tepatnya di Jl. Penjernihan I No. 36 Pejompongan Tanah Abang Jakarta Pusat. Persis di sebelahnya SPBU Pejompongan Tanah Abang Jakpus.

Cuma kalau yang di Pejompongan ini tidak selalu ada stok burungnya, karena disini sifatnya hanya penampungan untuk transit dalam rangka pengiriman ke konsumen. Di samping itu harinya juga pas hari kerja, Hari Senin sampai Jum'at. Kalau Hari Sabtu dan Ahad dan hari-hari besar kami juga libur.

Tapi kalau penjenengan tidak bisa datang ke Klaten atau ke Pejompongan,  terpaksa deh dikirim pakai jasa pengiriman hewan. Tapi kadang-kadang saya tidak tega, maka saya ngalahi cari kurir untuk nganter sampai ke alamat pembeli.

Jika kebetulan saya punya waktu untuk nganter sendiri, biasanya saya sempatkan untuk BLUSUKAN ke kandang si burung cantik ini. Hal ini saya lakukan terutama jika konsumen tersebut membeli burung Jalak Bali dengan tujuan untuk ditangkarkan. Karena desain burung untuk ditangkar berbeda dengan burung yang sekedar difungsikan sebagai satwa hiburan. Desain kandang penangkaran harus mampu membuat burung enjoy dalam kandang layaknya burung di alam, biar dia mau nelor.

Dan sepanjang pengalaman saya ternyata banyak juga calon penangkar yang belum tahu desain kandang yang cocok buat penangkaran. Memang bagi yang sudah berpengalaman mendesain kandang penangkaran itu adalah hal yang sederhana alias gampang banget. Namun hal ini tidak berlaku bagi yang belum berpengalaman.

Makanya ketika saya kebetulan punya waktu mengantarkan sendiri burung pesanan konsumen dan lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Jawa Tengah, saya selalu meminta ijin untuk BLUSUKAN ke lokasi kandang. Siapa tahu sedikit pengetahuan dan pengalaman saya bisa saya tularkan kepada mereka. Itung-itung sebagai bagian dari servis untuk pembelilah . . . . .

Terus kapan pembayaran burung dilakukan ?

Santai saja. Buat saya yang penting saling percaya, bahwa kita sama-sama orang yang JUJUR. Modal utama kita dalam transaksi ini adalah KEJUJURAN kita masing-masing. Saya percaya sama penjenengan, dan penjenengan juga percaya sama saya, maka segalanya akan lancar, insya Allah. Kepercayaan telah memudahkan separoh dari transaksi kita.

Kepercayaan ini hanya perlu penjenengan buktikan dengan memberikan UANG TANDA JADI sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah saja. Tanda jadi ini tidak terpengaruh harga atau usia burung. Berapapun harga yang kita sepakati penjenengan hanya perlu memberikan tanda jadi dengan cara mentransfer uang sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah untuk setiap pasang burung yang penjenengan pesan.

JANGAN KHAWATIR !
TANDA JADI INI TIDAK AKAN HILANG, KARENA TANDA JADI INI AKAN SAYA KOMPENSASIKAN DALAM PELUNASANNYA NANTI

Tanda jadi ini penting untuk memberikan kepercayaan kepada saya bahwa penjenengan memang benar bersungguh-sungguh ingin membeli burung jalak bali saya. Bukan iseng ngerjain saya.Karena pernah ada pengalaman waktu saya nganter pesanan burung ke Jakarta. Terus saat mau nganter ke alamat yang ditunjukkan oleh calon pembeli ternyata ALAMAT PALSU alias BODONG, terus HP-nya tidak aktif lagi. Padahal burung sudah jauh-jauh saya bawa dari Klaten ke Jakarta. Tentu ini tidak baik to ? 

Maka kepastian bahwa penjenengan bener-bener ingin membeli, itu penting bagi kami. Dan kesungguhan bahwa penjenengan akan membeli bisa penjenengan buktikan dengan mentransfer tanda jadi sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah tersebut. 

Setelah tanda jadi kami terima, terus burung kami kirim ke alamat penjenengan. Setelah burung sampai ke tangan panjenengan terus panjenengan tinggal melunasi kekurangannya. Yaitu sebesar harga DIKURANGI Lima Ratus Ribu Rupiah. Setelah itu kami minta bukti transfernya. Selesai . . .

Gampang to ? Dan menurut saya ini cara paling aman bertransaksi di pasar online. Ok !



Lah . . . untuk pembeli dari luar pulau apa burung juga di anter sampai ke alamat ?

Kalau yang ini terpaksa memakai jasa kargo. Karena saya belum mampu berenang menyeberangi Laut Jawa he . . . he . . . he . . . ndak enak sama ikan hiu di sana, juga kadang geli sama ikan lumba-lumba . . .he . . .he

Hanya saja cara pembayarannya memang beda. Kalau luar pulau Anda mesti MELUNASI DULU baru setelah lunas burung kami kirim ke alamat anda. Pembayarannya dengan cara mentransfer ke nomor rekening yang kami berikan.










Ingat ya tidak ada rekening lain kecuali yang telah saya cantumkan di atas. Dan tidak ada transaksi kecuali sebelumnya telah ada komunikasi dengan saya. Ini penting untuk menghindari penipuan. Semoga Allah memudahkan urusan kita dan memberkahi hidup kita. Aamiinn . . .


Kamis, 08 Mei 2014

Galeri Jalak Bali

Jalak Bali
Kekayaan hayati
Jalak Bali
Mempercantik bumi


Jalak Bali
Dulu kau bagai mimpi
Jalak Bali
Di geggaman tangan ini


Jalak Bali
Duta Indonesia
Jalak Bali
Warisan dunia


Galeri Jalak Bali

Burung Jalak Bali
Bikin rindu di hati
Burung Jalak Bali
Menepi di sudut hati


Jalak Bali
Bikinku jatuh hati
Jalak Bali
Pengobat lara hati


Jalak Bali
Langka dan di lindungi
Jalak Bali
Kekayaan hayati


Jalak Bali
Jika nanti kau punah dimuka bumi
Jalak bali, tetap kucari
Jauh dimata dekat di hati


Penangkar Jalak Bali Klaten: Sukses Menangkar Burung Jalak Bali, Model Bang Thoyib


Memelihara burung jalak bali, merawat anakan burung jalak bali, bahkan menangkarkan burung jalak bali bukanlah pekerjaan yang ribet. Memelihara burung jalak bali, merawat anakan burung jalak bali, bahkan menangkarkan burung jalak bali adalah pekerjaan yang sederhana.

Banyak orang yang merasakan bahwa menangkarkan burung adalah hobi yang mengasikkan. Menangkarkan burung menjadi hobi yang mengasikkan setidaknya karena dua hal.
Pertama karena memelihara burung sebagaimana hobi yang lain, dia bisa memberikan hiburan tersendiri sehingga mampu menghilangkan penak dan capek setelah seharian bergelut dengan kerasnya kehidupan. Dengan menggeluti hobi ini maka pikiran bisa menjadi kembali segar. Wes hewes hewes bablas angine . . .

Yang kedua menangkarkan burung juga bisa menjadi alternative untuk menghasilkan uang. Coba saja sesekali mampir ke pasar satwa dan tanaman Jogjakarta (PASTY), ke pasar burung Depok Solo atau ke pasar burung Pramuka di Jakarta, maka kita akan tahu betapa ramainya ketiga pasar tersebut. Kalau pasarnya seramai itu kira-kira berapa besar ya omset para pedagangnya. Tentu bisa ratusan juta rupiah perbulannya. Darimana pasokan burung dagangan mereka ? Tentu saja salah satu satunya adalah para penangkar burung. Nah dari sini peluang itu muncul.

Karena peluang usaha di bidang perburungan ini begitu menjanjikan, maka banyak penghobi burung yang melebarkan sayapnya ke dunia penangkaran. Yang dulunya hanya dolanan doro keplek, latber-latberan terus tapi gak pernah ngikut ke lomba sungguhan, sebagian di antara mereka kemudian menerjuni bidang penangkaran, tentu saja sambil terus melanjutkan hobi sebelumnya.


Bidang penangkaran memang sector yang cukup menggiurkan. Banyak orang telah berduyun-duyun menerjuninya. Banyak orang telah berhasil menjadi jutawan di sana.

Namun juga jangan sangka bahwa bidang yang menggiurkan ini selalu memberikan jaminan bahwa siapa saja yang terjun ke sana mesti bakal bisa mengeruk rupiah. Karena faktanya banyak juga orang yang menerjuni dunia penangkaran ini mereka masih tetap begitu-begitu saja. Padahal mereka sudah kawakan di situ.

Nah membandingkan dua realita yang berbeda ini tentu saja menarik. Di satu sisi ada penangkar yang telah berhasil mengeruk rupiah dalam jumlah besar namun di sisi lain juga banyak penangkar yang hidupnya tetap terlantar. Ngopo hayo . . .?

Dunia penangkaran sebenarnya tidak berbeda dengan dunia entrepreneur pada umumnya. Lihatlah para pelakau dunia usaha di sekitar kita. Di Klaten saya sepanjang jalan Pemuda ( jalan utama yang membelah kota Klaten ) yang membentang dari terminal Klaten sampai dengan Kantor Pemda berdiri puluhan warung tenda setiap malam. Diantara warung tenda yang berjumlah puluhan itu terdapat warung yang larisnya bukan main. Namun banyak juga warung-warung tenda itu yang sepi pembeli. Ada warung tenda yang bisa menarik pelanggan ratuan dalam semalan, namun ada juga warung yang kesepian dan hanya mampu menarik pembeli dalam hitungan jari. Ngopo hayo . . .?

Itulah dunia bisnis, dunia yang penuh warna-warni. Dunia bisnis bukan dunia karyawan perusahaan atau dunia pegawai pemerintah. Dalam dunia karyawan, apapun yang terjadi, mau hujan mau badai asalkan perusahaan belum kolap akhir bulan semua karyawan akan terima gaji. Dalam dunia entrepreneur hal ini tidak berlaku. Dan dunia penangkaran adalah dunia entrepreneur juga maka kreatifitas, kesungguhan dan keuletan menjadi tuntutan penting.

Mencermati dunia penangkaran,sampai sekarang masih banyak orang yang ragu untuk mencoba menerjuninya dengan alasan karena tidak cukup waktu. Mereka berdalih bahwa mereka sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak bisa membagi waktu. Tentu ini sebuah alasan yang menarik untuk di dalami.Benarkah menangkarkan burung memang membutuhkan curahan waktu secara penuh sehingga tidak bisa disiasati dengan cara mengalokasikan waktu disela-sela kesibukan kita.

Dalam hemat saya menangkarkan burung bisa dilakukan dengan model paro waktu. Dengan catatan kita mesti bisa mensiasatinya dengan baik. Ini penting karena banyak diantara kita yang ingin menerjuni penangkaran burung sementara kita belum bisa terjun dengan full time, karena kita masih terikat kerja dengan perusahaan.