tulisan berjalan

Kontak Om Breeder (Pak Syam) WA 081280543060

Jumat, 27 Juni 2014

Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Bangkrut Menurut Kanjeng Nabi Muhammad

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9


Seri Ramadhan, session 2



Sobat Kicau Mania, saya mau nanya ya . . . begini persoalannya.

Mas Hari adalah seorang pedagang burung di Pasar Wage Klaten. Suatu hari dia kulakan burung murai ke Pasar Depok Solo. Dia kulakan 5 ekor murai medan dengan ekor panjang-panjang yaitu kisaran 20 - 22 cm, dengan harga 3 jt perekor. Tiga hari kemudian 2 ekor dibeli orang seharga 7 jt rupiah.

Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Jangan Suka Menunda-Nunda ya . . .


Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9



Seri Ramadhan, session 1



Sahabat Kicau Mania yang ganteng-ganteng, ini kan mau bulan Ramadhan, boleh dong kita sesama kicau mania memberikan pesan-pesan kebaikan ? Tentu saja boleh, meski kita para kicau mania ini bukan jebolan pesantren boleh kan bertausyiah diantara kita. Jadi tausyiah dari kicau mania ke kicau mania. Ini bukan ngajari lo ya. Kita sharing-sharing sambil mengumpul pahala di bulan yang suci ini. Di bulan yang lain kita kan sibuk ngumpulin trotolan sama calon indukan, nah mumpung di bulan suci ramadhan kita ganti ngumpulin paha. Akuuurrr yaaa . . . ?
Kata para sesepuh kalau kita ingin berbuat baik, ya langsung berbuat saja. Gak usah ditunda-tunda. Tapi kalau tiba-tiba kita punya niatan untuk melakukan perbuatan yang tidak baik (maksiat) baiknya justru ditunda. Habis itu ditunda lagi. Setelah itu tunda lagi biar kemaksiatannya gak jadi dilakukan. Nah begitu Cau, Kicau Mania maksudnya.

Saya punya cerita tentang orang yang suka menunda-nunda berbuat baik, namun akhirnya kebiasaan menunda tersebut menjadikan dirinya malah celaka. Begini ceritanya.


Dahulu kala, di daerah Hijaz ( Timur Tengah ), hiduplah seorang penyair top markotop bernama Asya. Banyak orang yang menyukai puisi-puisinya. Sayang, Asya memiliki kebiasaan buruk yaitu hobi banget  mendem ciu alias bermabuk-mabukan. Ketika ajaran Islam mulai tersebar di tanah Hijaz, banyak orang masuk Islam. Hati Asya ikut tergugah mendengar keagungan Islam. Dia pun berikrar ingin masuk Islam.

Namun sayangnya niat itu tercium oleh seprang bromocorah suku Quraisy. Sang bromocorahpun kemudian melaporkan hal itu kepada kaumnya. Alangkah marahnya mereka demi mengetahui hal tersebut.

Maka disusunlah scenario untuk mencegah agar Asya tidak jadi masuk islam. Mareka pun menemui Asya. Dengan penuh sandiwara, mereka menyapanya.
“Hai, Asya, kamu mau pergi ke mana?
“Aku sedang dalam perjalanan mencari Nabi Muhammad,” jawab Asya.
“Untuk apa kamu mencarinya?”
Aku bertekad masuk Islam,” jawab Asya yakin.

“Apa kamu tahu kalau ajaran Islam melarang orang hidup berfoya-foya?” tanya bromocorah utusan kaum Qurays itu.
“Ah, aku tidak keberatan meninggalkan hidup berfoya-foya,” tukas Asya.
“Apakah kamu juga tahu jika ajaran Islam melarang umatnya untuk bermabuk-mabukan?” tanya mata-mata Quraisy itu.

Asya tersentak kaget. “Benarkah? Bermabuk-mabukkan itu kan menyenangkan. Mengapa dilarang?” tanya Asya bingung.
“Kalau kamu tidak percaya, tanya saja orang-rang yang telah masuk Islam itu!” tukas mata-mata tadi.Asya kebingungan. Dia berkata, “Wah, kalau begitu aku akan memuaskan diri dulu. Kalau sudah puas, baru aku akan berikrar masuk Islam.”

Asya pun menghela kudanya menuju tempat penjualan minuman keras. Bromocorah itupun bersorak gembira. Dia berhasil menghalangi niat baik Asya masuk Islam.

Hari demi hari, Asya tenggelam dalam kebiasaan buruknya. Siapa yang menduga, Asya meninggal pada tahun itu juga. Asya tidak sempat bertemu Nabi Muhammad dan belum berikrar masuk Islam. Asya mati dalam kerugian karena menunda kebaikan. Asyar lebih memilih kesenangan hidup yang hanya sesaat.

Nah begitu ceritanya sobat Kicau Mania. Jadi kesimpilannya jika kita ingain berbuat baik maka jangan ditunda-tunda. Jika ingin sholat segera sholat jika waktu sholat sudah masuk. Mau terawih jangan ditunda-tunda, nanti keburu ngantuk loh. Kita harus cepet-cepet melakukannya kayak waktu kita berbuka puasa itu lo . . . semangat banget to . . . gak pakai nunda-nunda. Itu yang benar he he he . . .akuurr deh . . .
***
Sumber : Super Stories, dengan sedikit penyesuaian

Rabu, 25 Juni 2014

Penangkar Burung Jalak Bali Klaten : Merintis Penangkaran Burung, Bagaimana Memulainya ?

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9



Memiliki penangkaran burung yang ‘berhasil’ merupakan impian banyak penangkar (calon penangkar). Bagi seorang penangkar, ada kepuasan tersendiri saat melihat penangkaran burungnya berkembang dengan baik. Apa lagi jika dia membangun penangkarannya dengan cara merangkak dari bawah, alias di mulai dari nol.
Lalu pertanyaannya bagaimana cara memulai penangkaran burung dari bawah namun bisa berkembang sesuai harapan ? Secara teori sebenarnyanya memulai penangkaran burung adalah pekerjaan yang mudah.

Pada tahap awal kita hanya memerlukan sebuah ‘mimpi’. Ya . . . yang kita butuhkan pada awalnya hanyalah rasa ingin memiliki sebuah penangkaran. Jika keinginan itu sudah ada, maka selanjutnya langkah anda akan menemukan jalannya sendiri menuju penangkar burung yang anda idamkan. Gampang to ?


Mimpi itu ibarat sebuah benih. Tugas kita hanya menanamnya, merawatnya, memenuhi kebutuhannya ( air, pupuh, sinar matahari ). Selanjutnya dia akan tumbuh dengan sendirinya. 

Bagaimana kita menanam mimpi di kandang burung agar bisa berjalan secara efektif ? Berikut ini ada beberapa saran buat anda yang berkeinginan untuk menjadi penangkar burung :
1.      Ciptakan Mimpi Terindahmu
Seorang penangkar haruslah seorang pemimpi tulen. Bahkan kadang-kadang dia seorang penghayal, asal hayalannya jangan keterusan. Dan sebaiknya mimpi seorang penangkar bukanlah mimpi kembang tidur, tapi mimpi yang berorientasi pada gagasan yang konkrit. Caranya ? Biasakan untuk berfikir pada tataran praktis saja.
Misalnya saya ‘bermimpi’ akan menangkarkan burung Jalak Bali, sejumlah tiga pasang. Untuk itu maka saya harus segera menkonkritkan mimpi ini, misalnya saya segera menghubungi pak Syam Klaten untuk konsultasi mengenai rencana pembangunan kandang penangkarannya. Mengenai designnya seperti apa, ukurannya berapa, piranti dalam kandang apa saja. Masih dalam masa proses tersebut kemudian saya memesan untuk inden tiga pasang anakan burung Jalak Bali kepada pak Syam. Setelah kandang siap semoga burung juga sudah siap dikirim untuk mengisi kandang-kandang tersebut.
Setelah urusan kandang dan materi penangkaran beres, selanjutnya saya mencari pengetahuan tentang bagaimana cara merawat burung yang benar sehingga produktifitasnya kelak tinggi. Bagaimana cara meningkatkan produktifitas penangkaran. Dengan memperdetail rencana pada persoalan teknis seperti itu maka ‘mimpi’ kita akan segera turun dari awing-awang menuju kandang yang konkrit. Percaya deh sama sama penulis.
Dan untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, pak Syam sebagai penangkar burung Jalak Bali yang mensuplai burung kepada anda, siap berbagi pengalaman dan pengetahuan yang telah dimilikinya selama ini, walau tentu saja kapasitasnya hanya sebagai kawan pendamping. Soal keberhasilannya tentu saja ‘Yang Maha Penentu Rejeki’ sudah memiliki rencana yang lebih baik dari rencana yang kita miliki.
Mimpi dalam bahasa orang sekolahan biasa disebut  visi. Visi inilah yang kelak akan menuntun kita untuk melangkah dan mewujudkan tujuan penangkaran kita dengan baik. Visi yang benar akan berfungsi sebagai faktor menunjang pengembangan penangkaran yang kita bangun. Karena itu sebelum melangkah membangun penangkaran ciptakan terlebih dahulu mimpi terindahmu. Setelah itu melangkahlah, dan mintalah kepada ‘Sang Pemilik Kesuksesan’ agar berkenan memberikan kesuksesan kepadamu. Mantab to ?
2.     Tentukan Secepatnya, Mau Menangkarkan Burung Apa
Menentukan jenis burung apa yang akan kita tangkarkan itu penting, dan gak pakai lama. Keputusan mengenai burung apa yang akan kita tangkarkan, harus segera diambil. Agar kita segera focus.
Sesuaikan keputusan jenis burung apa yang akan kita tangkarkan dengan minat dan waktu yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat pencinta burung. Minat pada burung apa, itu penting. Sebab jika kita berminat kepada sesuatu biasanya energy kita tidak mudah kempos. Semangat terus.
Banyaknya penangkar maupun pemilik kios burung yang berhasil mengembangkan usahanya, karena mereka berangkat dari minat yang tinggi terhadap burung serta kemampuan membaca tren dari masyarakat kicau mania ini. Oleh karena berangkat dari minat dan hobi maka mereka tidak pernah merasa puas dan akan selalu berusaha mengembangkan penangkarannya, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering mengganggu para penangkar.
Waktu yang kita miiki juga penting. Sebab berbeda jenis burung akan berbeda tuntutan terhadap kita dalam merawatnya. Menangkarkan burung kenari menyita waktu yang lebih banyak untuk merawatnya dibandingkan dengan menangkar jenis burung besar seperti burung jalak, murai batu, kacer  atau cucak rawa. Pada jenis kenari atau Yorkshire kita dituntut untuk menyediakan waktu tambahan selain untuk mengganti pakan dan minum yaitu untuk menjemur dan mengawinkannya.
Sedangkan untuk jenis burung jalak, murai batu, kacer  atau cucak rawa mereka berjemur sendiri karena kandangnya besar dan terkena terik matahari langsung. Dan untuk urusan kawin kita juga tidak ikut campur, mereka sudah bisa melakukannya sendiri, bahkan disarankan anda tidak usah ikut mencampuri urusan yang satu ini.

Keputusan untuk menentukan jenis burung apa yang mau ditangkarkan, keputusannya gak pakai lama. Jangan terlalu banyak pertimbangan, namun juga jangan terlalu sembrono memutuskan. Biasa saja. Jangan penakut tapi jungan jangan grusa-grusu, proporsional saja. 

Terlalu banyak pertimbangan biasanya malah tidak jadi menangkar, terlalu sembrono juga akan merugikan.
Jadi secepatnya ambil keputusan dan langsung dipraktekkan. Soal pengetahuan mengenai seluk beluk penangkaran, pada tahap awal tanyakan kepada orang dimana anda membeli burung materi penangkaran tersebut. Karena itu belilah burung kepada penangkar yang bersedia membimbing anda dalam menangkar. Ini penting, sebab di tahap awal, anda memerlukan bimbingan, setidaknya sampai setengah tahun ke depan. Setelah itu anda sudah bisa mandiri. Silakan berkreasi sendiri.
3.     Bertindaklah Segera, Gak Pakai Lama
Sebaik apapun rencana kita dalam menangkarkan burung, tidak akan pernah menjadi penangkaran yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Segeralah memulai usaha penangkaran yang telah kita miliki dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena membangun sebuah penangkaran burung hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang panjang dan kerja keras.
Biasanya seorang calon penangkar selalu diliputi rasa ragu dalam mengambil langkah. Keraguan ini biasanya dipicu oleh minimnya pengetahuan tentang dunia penangkaran burung. Bagaimana mengatasi hal ini ?
Saya memiliki sedikit saran. Menurut saya modal utama seorang penangkar adalah minat atau hobi terhadap burung. Jika anda sudah memiliki rasa suka terhadap burung atau rasa suka terhadap hewan pada umumnya, maka sesungguhnya anda sudah berbakat untuk menjadi seorang penangkar. Soal pengetahuan mengenai seluk beluk penangkaran, itu soal gampang. Itu bisa disiasati dengan mudah. Caranya ? Baca kembali poin 2 di atas. Gampang to ? Gampang banget . . . .tinggal tanya-tanya sama pak Syam . . . he . . . he . . . sudah jinak kok . . .ha . . ha . .ha . . . bagaimana dengan anda ? Jinak juga to . . .xe . . .xe . . .xe . . .
4.     Selalu Belajar dan Lakukan Pengamatan Terus-Menerus
Jika anda sudah berhasil membangun kandang dan sudah mengisinya dengan materi (bibit/indukan) penangkaran apa langkah selanjutnya? Cukup dengan bimbingan dari pak Syam di atas ? Tentu saja tidak. Dunia ilmu penangkaran itu luas sekali, seluas dunia kicau mania. Maka anda harus mencari pengetahuan seluas-luasnya dan dari sumber yang sebanyak-banyaknya.
Datangi penangkar yang ada di wilayah anda. Belajarlah dari penangkar yang telah malang melintang di dunia perburungan. Serap informasi dari mereka sebanyak-banyaknya. Ambillah rumus sukses mereka, sebab sukses pada dasarnya memiliki pola yang sama. Jika kita mampu menyerap rahasia sukses mereka dan mampu menerapkan dalam penangkaran kita maka insya Alla kitapun akan menikmati kesuksesan yang sama.
Hal penting lainnya yang harus anda lakukan sebagai newbie dalam bidang penangkaran yaitu memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berkaitan dengan dunia perburungan, pengetahuan tentang pakan, obat-obtan, sangkar, pasar burung, arena lomba dan lain-lain.
5.     Hadapi Hambatan dan Kegagalan Dengan Optimis
Membangun sebuah penangkaran burung hingga berhasil tidaklah mudah. Karena sudah menjadi sunnatullah (hokum alam) bahwa disetiap perjalanan selalu ada gronjalan, jalan berlubang, tikungan tajam, hujan bahkan badai . . . cie . .
Dalam dunia nyata hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha yang kita tempuh. Ikhtiyar tanpa hambatan, ibarat malam tanpa bintang . . .cie . . . gelap coy . . .
Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan selalu ada kemudahan. Dengan syarat kita mampu tetap bertahan meski kadang harus sampai termehek-mehek, yang penting terus bertahan dan jangan menyerah dalam keadaan mendesak sekalipun
Karena dalam kondisi seperti inilah kadang pertolongan yang di atas akan datang. Tuhan ingin melihat kesungguhan dan keuletan kita sampai dimana. Dalam keadaan terdesak biasanya Tuhan mengirimkan hidayah berupa kreativitas yang meningkat, semangat yang tiba-tiba ‘nendang’ hingga persoalan yang ada menjadi terpecahkan dengan happy ending.
Oleh karena itu, hadapi serta nikmati hambatan penangkaran kita dengan optimism, karena sikap mental seperti ini justru akan menguatkan mental kita dan menambah kemampuan kita dalam mencari solusi. Ingat Man Jadda Wajada, siapa yang sungguh-sungguh, maka akan berhasil.
Dalam dunia penangkaran, hambatan yang sering muncul dalam penangkaran burung adalah trotolan tiba-tiba mati. Ini sering terjadi pada trotolan burung jenis murai batu. Banyak kejadian dimana sore hari trotolan murai kita dalam kondisi sehat tiba-tiba besok pagi sudah terbujur kaku.
Hambatan yang kedua biasanya terkait dengan keamanan burung. Keamanan dari kemungkinan burung terbang karena kita lupa menutup pintu, atau keamanan burung dari gangguan binatang predator. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kemanan dari kemungkinan pencurian. Saat ini pencurian burung tergolong besar terutama terhadap burung yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti cucak rawa, murai batu, jalak bali dan Yorkshire.
Sekali lagi kunci kesuksesan memulai penangkaran  adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai penangkaran, karena justru setiap kegagalan kita alami, dia akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah perbaikan penangkaran kita ke depan. Percaya deh sama pak Syam . . .
 Jika gagal pak Syam ? Ulangi lagi. . . .Gagal lagi pak Syam ? Ulangi lagi . . . Sampai kapan pak Syam. . . ? Sampai kegagalan bosan menyambangi penangkaran kita . . . he . . . he . . .he . . . gitu aja kok repot . . . ya sampai dia bosan
Karena itu jangan beri tempat bagi kegagalan untuk datang ke tempat kita. Bikin dia kapok, biar pergi sejauh-jauhnya dari kandang penangkaran kita. OK ? 

Selamat memulai penangkaran, moga sukses, Aamiin !
(paksyam /dari berbagai sumber)



Jumat, 06 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Sukses Menangkar Burung Jalak Bali Dengan Metode Spiritual Breeding (bag.3)

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Dalam bagian kedua kita telah membahas secara lengkap beberapa faktor yang dapat kita gunakan sebagai wasilah untuk membesarkan penangkaran burung jalak bali kita. Jika semua wasilah tersebut bisa kita wujudkan dalam kegiatan penangkaran burung jalak bali kita maka insya Allah penangkaran burung jalak bali kita akan benar-benar berkembang melebihi dari perkiraan kita sendiri.

Saya secara pribadi sangat meyakini hal itu. Dalam hidup ini tidak ada persoalan yang sulit bagi Allah. Karena jika Allah menghendaki sesuatu maka cukup bagiNya berfirman “Kun fayakun”. Dengan “Kun fayakun” ini maka jadilah semua yang dikehendaki oleh Allah. Termasuk jika Allah berkenan membesarkan penangkaran burung jalak bali kita.

Cara membesarkan penangkaran burung jalak bali dengan cara mendekatkan diri kepada Sang Pemilik rejeki seperti inilah yang saya sebut sebagai menangkarkan burung jalak bali dengan metode spiritual breeding sebagaimana yang tertulis dalam judul tulisan ini. Metode ini tidak sekedar mengandalkan cara-cara yang bersifat lahiriah semata; seperti kandang yang nyaman hingga burungnya enjoi, makanan burung yang bergizi, extra fooding yang cukup, sanitasi yang sehat. Namun dalam metode ini juga sangat menekankan pentingnya do’a, istighfar, amal-amal sholih dan lain-lain


Jadi metode ini menggabungkan sarana-sara kesuksesan breeding yang bersifat lahiriah dengan sarana-sana kesuksesan yang bersifat non lahiriah ( spiritual). Metode ini menggabungkan material kesuksesan yang berasal dari bumi dan disempurnakan dengan faktor kesuksesan yang berasal dari langit.

Metode ini alhamdulillah dalam batas-batas tertentu sudah saya praktekkan. Saat ini saya sangat bersyukur kepada Allah karena penangkaran burung jalak bali yang baru saya bangun beberapa tahun yang lalu kini sudah bisa saya nikmati hasilnya.

Alhamdulillah saya bisa tinggal di Kabupaten Klaten yang damai ini. Kabupaten Klaten memang dikenal luas sebagai sentra penangkaran burung terutama burung jalak. Awalnya sentra burung jalak suren, tapi kini telah meluas menjadi sentra penangkaran burung jalak putih dan burung jalak bali. Di samping itu Kabupaten Klaten  juga dikenal sebagai sentra penangkaran burung Murai Batu dan burung Cucak Rawa yang cukup kesohor.

Kamis, 05 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Sukses Menangkar Burung Jalak Bali Dengan Metode Spiritual Breeding (bag.2)

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Dalam bagian pertama kita telah membahas dua wasilah (sarana) yang kita gunakan untuk meraih rejeki (membangun penangkaran ) yaitu rajin beribadah dan memperbanyak istighfar.

Di bagian yang kedua ini saya masih akan melanjutkan pembahasan tentang faktor-faktor yang bisa kita gunakan sebagai wasilah untuk meminta kepada Allah, agar Dia berkenan untuk membesarkan penangkaran kita. Wasilah tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Menjauhi perbuatan dosa

Sebagaimana telah saya singgung dalam tulisan pada bagian pertama bahwa kemaksiatan atau perbuatan dosa bisa menghalangi datangnya rejeki kita. Maka jika kita ingin agar Allah berkenan memberikan penangkaran burung jalak bali yang besar maka sudah semestinya jika kita menjauhi perbuatan dosa.

Kanjeng Nabi Muhammad, sebagaimana diriwayatkan oleh at Tirmizi pernah berpesan begini "… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya." . Ungkapan ini begitu jelas menerangkan bahwa seseorang yang berbuat dosa maka dia akan dijauhkan dari rejeki.

Sebaliknya orang yang bertaqwa dengan sungguh-sungguh kepada Allah makadia akan dimudahkan untuk mendapatkan rejeki. Hal ini ditegaskan oleh Allah melalui firmannya “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan ditunjuki kepada mereka jalan keluar. Dan diberi rezeki kepada mereka dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi baginya”. (At-Talaq:2-3)

2.     Berbuat baik dan menolong orang yang lemah

Wasilah lain yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk meminta kepada Allah agar kita diberi penangkaran yang besar yaitu kebiasan berbuat baik dan suka menolong orang lain. Kanjeng nabi Muhammad pernah menyampaikan hal ini melalui sabdanya yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhori  "Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu." .

Berbuat baik dan menolong orang lain ini dalam kontek menangkarkan burung bisa kita lakukan dengan cara memberi upah yang memadai bagi anak kandang, memberikan imbalan yang cukup bagi kurir yang mengantarkan burung, membeli kroto kepada tukang pencari kroto dengan harga yang memadai dan lain.lain.

Perbuatan baik tersebut tidak akan pernah hilang. Dan melakukan perbuatan baik itu ibarat menimbun pongge (biji) durian. Semakin sering kita melakukannya maka akan semakin banyak bibit durian yang tumbuh dan semakin banyak  bibit durian yang tumbuh maka kelak akan semakin bayak buah yang bisa kita petik.

3.     Senang berbuat baik

Ibnu Abbas berkata: "Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Manakala kejahatan pula boleh menggelapkan rupa, menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki dan makhluk lain mengutuknya." 

Saya akan menceritakan sedikit pengalaman pribadi. Dalam setiap kesempatan saya bersilaturahim pada saat mengantar burung ke pembeli saya selalu berusaha untuk blusukan sampai ke kandang. Dalam kegiatan blusukan ini saya sering menemukan “kekurangan” pada kandang penangkaran dia. Biasanya di sinilah saya memiliki kesempatan untuk berbuat baik dengan cara memberikan saran berdasarkan pengetahuan dan sedikit pengalaman yang saya miliki dalam menangkar burung jalak bali.


Saya sangat meyakini bahwa perbuatan baik itu tidak akan pernah hilang. Allah pasti akan membalas kebaikan kita dengan kebaikan pula, bahkan dalam jumlah yang berlipat-lipat. Bisa sepuluh kali lipat bisa tujuh puluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat sebagaimana dijanjikan Allah dalam al Qur’an.

4.     Menjalin silaturrahim

Dunia burung adalah dunia pergaulan. Dunia burung identik dengan dunia hobi yang sebagian besar aktivitasnya adalah aktivitasa main ke tempat orang lain sesama penghobi burung. Dalam bahasa agama main ketempat orang lain ini dinamakan silaturahim. Silaturahim itu artinya menyambung kasih sayang.

Agama islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kegiatan main ( silaturahim) ini bahkan dalam sebuah pesannya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Kanjeng nabi Muhammad pernah menyampaikan pesan begini "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya (silaturahim)."

Di dunia kicau mania hubungan antara main ke tempat orang lain dengan datangnya rejeki memang sangat kentara sekali. Banyak pengalaman di antara kita para kicau mania ini yang tiba-tiba mendapatkan rejeki (duit) pada saat kita seadng main ( silaturahim) ke tempat teman sesama kicau mania.

Rabu, 04 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Sukses Menangkar Burung Jalak Bali Dengan Metode Spiritual Breeding (bag.1)

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Yen tak pikir-pikir menangkarkan burung jalak bali itu termasuk kegiatan yang cukup misterius. Karena dalam kegiatan menangkarkan burung jalak bali  ini banyak sekali saya menemukan “keanehan”. Berbagai keanehan dalam menangkarkan burung jalak bali inipun jamak ditemui oleh para penangkar burung jalak bali di berbagai tempat, seakan sudah diterima secara umum.

Misalnya begini, ada orang yang menangkarkan burung jalak bali dengan membangun kandang penangkaran burung jalak bali yang cukup mewah, di lokasi yang cukup nyaman, area kandang penangkarannya cukup luas, cctv dipasang di setiap kandang jalak balinya sehingga selama dua puluh empat jam bisa memantau perkembangan burung jalak bali tersebut, makanan burung jalak bali dalam kandang penangkaran disediakan secara berlimpah sehingga burung jalak balinya bisa memilih makanan sesuka temboloknya . . . . .eee . .  ternyata burung jalak bali tersebut tak juga mau bertelur.

 Sementara itu ada juga penangkar burung jalak bali  yang menangkarkan dalam bentuk yang sederhana; di mana dia menangkarkan burung jalak balinya dengan teknik sekenanya, kandang penangkaran burung jalak bali dibuat seadanya, lokasinya di tempat yang kurang bagus dan bahkan bising oleh suara motor lalu lalang. Hanya saja si penangkar burung jalak bali tersebut memang telaten merawat, dengan sepenuh hati dia curahkan perhatiannya kepada si burung jalak bali tangkaran miliknya eeee . . . dari penangkaran yang sederhana ini malah burung jalak balinya beranak pinak dengan lancar.

Di kandang penangkaran yang bagus tapi burung jalak bali tersebut malah gak mau berproduksi, tapi di kandang penangkaran yang sekenanya burung jalak bali tersebut malah produksinya bagus. Coba gimana itu ? Itulah yang saya maksudkan dengan menangkarkan burung jalak bali sebagai aktivitas yang cukup misterius di atas.

Saking misterinya dalam kegiatan penangkaran burung jalak bali ini, saya sering menganalogikan misteri penangkaran burung jalak bali ini dengan misteri rejeki. Coba perhatikan lebih serius. Dalam masalah rejeki ini, ada seorang pebisnis yang bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga petang, tapi bisnisnya tidak terlihat berkembang, sehingga penghasilannya juga segitu-gitu saja yang bisa dia bawa pulang.

Di sisi lain ada orang yang kelihatannya tenang, tidak terlalu ngoyo, bahkan selalu membagi waktunya untuk kegiatan social keagamaan, aktif di kegiatan dakwah misalnya . . .eee . . . ternyata bisnisnya malah cepat berkembang, rejekinya malah lancar dan tetangganyapun ikut kebagian berkah. Dengan berkah yang sampai meluber ke tetangga tersebut akhirnya malah semakin mempercepat perkembangan bisnisnya. Begitulah misteriusnya rejeki.

Jika kita berbicara tentang penangkaranburung jalak bali, maka kita semua sepakat bahwa menangkarkan burung jalak bali adalah merupakan salah satu pintu untuk mendapatkan rejeki. Jika kita berfikiran bahwa penangkaran burung adalah merupakan salah satu maka semestinya kita mengikuti hukum tentang mengejar rejeki. Apa itu hukum mengejar rejeki ?

Konon kata para sesepuh, ada beberapa kaidah (hukum) yang berkaitan dengan cara kita mengejar rejeki ini. Pertama bahwa rejeki itu sesungguhnya adalah milik Allah. Yang kedua,  dalam kaitannya dengan mengejar rejeki kita hanya diperintahkan untuk berikhtiyar saja sedangkan seberapa besar hasilnya kelak, yang menentukan adalah Allah. Yang ketiga, Allah memberikan ketentuan bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam mengejar rejeki maka dia akan mendapatkannya dengan baik ( man jadda wajada )

Minggu, 01 Juni 2014

Penangkar Jalak Bali Klaten : Ukuran Kandang Penangkaran Burung Jalak Bali

Oleh : Pak Syam, Penangkar burung Jalak Bali Klaten
Hp. 081280543060, 087877486516, WA. 081280543060, Pin BB. 53E70502, 25D600E9

Bagi sebagian penangkar burung jalak bali, ukuran besarnya kandang penangkaran kadang menjadi persoalan yang dianggap cukup rumit. Ukuran kandang penangkaran ini menjadi tema yang cukup ramai di kalangan penangkar karena adanya keyakinan bahwa keberhasilan sebuah penangkaran sangat dipengaruhi oleh faktor kandang. Baik yang menyangkut letak kandang, suasana dalam kandang maupun di lingkungan sekitar serta ukurannya. Berkaitan dengan besarnya kandang, berapa sih ukuran idealnya sebuah kandang penangkaran burung jalak bali ?

Sepanjang pengamatan saya terhadap beberapa kandang yang sempat saya kunjungi saya menyimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada ukuran kandang yang baku. Tidak ada patokan yang resmi bahwa ukuran kandang harus sekian kali sekian, tingginya harus sekian.

Saya pernah melihat ada seorang penangkar yang memiliki ukuran kandang dengan lebar depan 1 m, panjang ke dalam 1m dan tinggi kandang 2  Dalam kandang ini, burungnya bisa produksi dengan baik.


Lain lagi dengan penangkaran milik teman saya. Dia menangkarkan burung jalak bali dalam sebuah kandang yang berukuran lebar depan 1,25 m panjang ke dalam 1,5 m tinggi 2m, namun burungnya tidak produktif, bahkan sampai pekan lalu saya bertandang ke penangkarannya, burung jalak balinya belum jua mau bertelur. Padahal dia menekuni peangkaran burung jalak bali lebih dari tiga tahun.

Suatu kali saya mendatangi penangkaran burung jalak bali dari seorang penangkar yang saya anggap cukup senior. Ukuran kandang milik beliau ini cukup besar. Lebar depan 1m, panjang ke dalam 4m tinggi kandang 4m. Produktifitas penangkarannya cukup bagus. Dengan melihat kandang tersebut saya jadi terinspirasi untuk menirunya.

Ada lagi pengalaman menarik dari teman saya. Dia tertarik dengan pemaparan yang disampaikan oleh seorang penangkar bahwa sang penangkar sedang membuat proyek penangkaran di sebuah lahan yang cukup luas. Karena lahan tersedia dengan cukup luas maka dia membuat kandang dengan ukuran yang besar. Setiap kandang berukuran 4m x 4m dengan tinggi 4m. Suasana kandang dibikin sealami mungkin, dengan memberikan pepohonan, pancuran air serta cahaya matahari yang melimpah.

Karena tertarik dengan proyek tersebut maka teman saya tadi “menyerahkan” beberapa pasang burung jalak bali miliknya untuk ditangkarkan di penangkaran yang mewah itu. Bagaimana hasilnya ? Tahun ini sudah memasuki tahun ke tiga atau bahkan ke empat, tapi ternyata dia belum bisa menikmati hasilnya, karena tak satupun burung di kandang mewah tersebut yang mau bertelur.

Atas dasar pengalaman dan cerita dari beberapa rekan penangkar akhirnya saya berkesimpulan bahwa ukuran kandang bagi penangkaran burung jalak bali tidak memiliki ukuran yang baku. Namun begitu saya secara pribadi memiliki ukuran minimal yang harus dipenuhi saat membangun kandang penangkaran burung jalak bali. Saya menetapkan kandang untuk penangkaran saya sendiri dengan ukuran minimal; lebar depan 1m panjang ke dalam 1,5 m dan tingginya 2m. Dari mana saya menetapkan ukuran minimal ini ?

Ukuran minimal kandang penangkaran burung jalak bali ini saya peroleh dari pengalaman saya pribadi. Begini ceritanya. Pada awalnya saya membuat kandang untuk menangkarkan burung cucak rawa. Karena keterbatasan lahan saya membuat empat kandang dengan ukuran masing-masing kandang lebar depan 0,9 m panjang ke dalam 1,6 m dan tinggi sekitar 3m. Dari kandang ini ternyata burung cucak rawa saya tidak mau berproduksi.

Karena penangkaran burung cucak rawa saya tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, maka saya ganti dengan burung jalak bali. Dan Alhamdulillah dalam waktu sekitar enam bulan burung jalak bali tersebut sudah beranak pinak. Dan dalam waktu satu tahunan saya sudah memiliki puluhan anakan burung jalak bali.

Dari situ saya berkeyakinan bahwa dengan ukuran kandang yang sekecil itu, ternyata burung jalak bali bisa berproduksi dengan baik. Kemudian ini saya jadikan sebagai patokan minimal untuk sebuah kandang penangkaran burung jalak bali.